Isa al-Masih dalam al-Quran

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (16) maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (17) Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” (18) Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (19) Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” (20) Jibril berkata: “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (21) Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. (22) Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (23) Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. (24) Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, (25) maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.” (26) Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. (27) Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” (28) maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” (29) Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (30) dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; (31) dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (32) Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (33) Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (34) Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (35) Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. (36) >>Maryam:16-36<<

Siapakah Isa dimulai dengan sebuah cerita tentang Maryam (Maryam sendiri punya kisah keturunan siapa, bagaimana kelahiran dan dibesarkannya, dsb, tapi tidak dibahas di sini), wanita disucikan yang terpilih untuk mendapatkan fitnah zina padahal ia tidak melakukannya. Maryamlah yang terpilih menjadi seorang ibu dari seorang anak TANPA ayah. Anak tersebut terpilih untuk menjadi seorang HAMBA ALLAH, NABI, dan RASUL-NYA. Isa yang sudah dikaruniai kemampuan bicara sejak bayi BUKANLAH ANAK ALLAH. Adalah mudah (di luar logika ilmu pengetahuan) bagi Allah MAHA PENCIPTA untuk membuat peristiwa lahirnya Isa ‘alaihissalam.

  • Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempuyai anak.” Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah (hujjah: alasan yang tak terbantahkan) tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? >>Yunus:68<<
  • Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? >>at-Taubah:30<<

Dalam al-Quran sebenarnya banyak sekali ayat penegasan bahwa Isa bukanlah anak Allah. Isa adalah hamba Allah dan itu pun diakui oleh Isa sendiri. Beberapa di antaranya adalah di bawah ini:

  • Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail >>az-Zukhruf:59<<
  • Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. >>an-Nisa:171<<
  • Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” >>al-Maidah:116<<
  • Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.>>al-Maidah:72<<
  • Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” >>ash-Shaff:6<<
  • (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.” >>al-Maidah:110<<

Isa hanyalah seorang Rasul sebagaimana utusan Allah lainnya: diberi mukjizat (keistimewaan) yang luar biasa. Isa memang dikaruniai keistimewaan yang spektakuler. Selain bisa bicara sejak bayi, menghidupkan benda mati, menyembuhkan orang sakit, dsb. Namun, sekali lagi, dalam al-Quran ditegaskan bahwa ia seorang hamba pilihan dan bukan anak Tuhan apalagi Tuhan itu sendiri. Maha Suci Allah atas apa yang dipersangkakan oleh pandangan manusia yang terbatas.

Adapun tentang kematian Isa, apakah waktu disalib? Maka, al-Quran pun menjawab:
dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (157) Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (158) Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (159) >>Q.S. an-Nisa:157-159<<

Dalam sebuah tafsir yang dijelaskan bahwa sebenarnya Isa ‘alaihi salam belum mati sampai saat ini. Yang disalib sebenarnya adalah salah seorang ummatnya yang diserupakan oleh Allah wajahnya. Isa akan turun di akhir zaman dan mematahkan semua fitnah yang terjadi, termasuk fitnahnya al-Masih Dajjal (Isa palsu) yang hidup di akhir zaman. Wallahu a’lam.


bukan ahli injil, hanya pelajar Al-Quran yang ingin menuliskan siapa Isa ‘alaihissalam sebenarnya
jadi hanya tahu pandangan tentang Isa melalui al-Quran (yang ummat Islam yakini)
yang ingin berdiskusi lebih jauh, silakan email mieaou@gawab.com ^^

Tentang Rosyidah Kh. N.

annisa biasa2 yang bercita2 menjadi luar biasa, khususnya di kehidupan setelah kematian kelak: aamiiiiiiiiiin

Posted on September 10, 2010, in Isagala. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. knapa ga dibahas soal pembakaran al-Quran thea, chie??
    update dunk soal beritanya and pandanganmu!

  2. Beberapa hari yang lalu saya pun membaca artikel soal betapa banyaknya tahanan penjara nasrani yang masuk Islam dan menjadi baik akhlaqnya (pasca menjadi muslim) setelah membaca al-Quran. Awalnya mereka hanya ingin membaca “tuhan” mereka dalam kitabnya ummat Islam. Mereka mulai mencari keyword “al-Masih” dan mendapatinya sangat banyak dalam al-Quran melebihi keyword “Muhammad”. Mereka membacanya, mengkajinya, dan bertanya kepada ummat Islam yang paham dalam penjara. Setelah paradigma mereka berubah, mereka pun masuk Islam.

    Al-Quran sebenarnya memuliakan siapa yang mereka sembah selain Allah, tapi tidak sebagai Tuhan, melainkan sebagai seorang Rasul yang diberikan banyak sekali keistimewaan. Bahkan, jika mereka menghitung jumlah nama “Isa” disebut dalam al-Quran lebih banyak daripada “Muhammad”, mereka akan takjub. Mengapa disebut begitu banyak? Karena Isa memang itimewa, tapi pengultusan seorang hamba menjadi Tuhan adalah sesuatu perkara yang besar dalam pandanganNya.

    Allah adalah Tuhan yang AHAD (sebenarnya makna ahad itu lebih dalam dari sekadar esa). Allah Maha Berdiri Sendiri, Maha Berkehendak, Maha Besar, Maha segala puja dan puji baik yang kita ketahui ataupun yang di sisiNya (yang tidak kita ketahui). Seperti dalam makna Q.S. al-Ikhlas: Katakanlah, “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: