Memaknai Kesabaran

menyambut mentari

Tak cukup lisan ini mengutarakan semua yang tertampung dalam 1 kata: S.A.B.A.R
Oleh karenanya, chie hanya mengutip beberapa ayat dan hadits populer yang berkenaan dengan ini:

  • “Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. (An-Nahl : 96)
  • “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (Az-Zumar : 10)
  • ”Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga serta bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS 3: 200)
  • “Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan Rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah (2):155-157)
  • Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Fashbir… Shabran Jamilan…
Sabarlah… Kesabaran itu indah…

Tak cukup pula sekadar kata-kata menggambarkan keindahan kesabaran Rasulullah, teladan utama dan pertama orang2 mukmin:

  • Masih ingatkah sobat tentang bagaimana respon beliau saat malaikat penunggu gunung menawarkan agar membinasakan kaum di tha’if yang melemparinya dengan batu setelah menyeru mereka kepada Allah? Beliau menjawab, “Sesungguhnya mereka hanya kaum yang tidak tahu… aku justru berharap keturunan mereka ada yang beriman…”
  • Masih ingatkah sobat saat beliau setiap hari dicaci oleh pengemis yahudi buta di pasar sementara beliaulah yang tiap hari menghaluskan makanan pengemis tersebut? Kesabaran yang tiada batas digambarkan dengan sikap kasih dan cinta beliau kepada ummat
  • Bahkan, saat ajalnya pun yang beliau ingat hanyalah keselamatan ummat. Rasa sakit sakaratul maut pun tak membuatnya melupakan ummatnya: ummati… ummati… kesabaran apakah yang dimiliki beliau ini??

Slogan “kesabaran itu ada batasnya” benar-benar tak ada di zaman pertama perjuangan Islam. Para syuhada pun bersabar hingga akhirnya maut menjemput mereka. Kesabaran mereka benar-benar terbatas saat jiwa terpisah dari raganya. Sebelum itu, mereka tak berhenti memerangi musuhnya (jiwa mereka sendiri juga) untuk mempertahankan iman sampai akhir hayatnya.

Adapun beberapa kiat untuk meningkatkan kesabaran di antaranya adalah:
1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT
2. Memperbanyak tilawah karena al-Qur’an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.
3. Memperbanyak puasa sunnah untuk menahan syahwat
4. Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha mengalahkan keinginan jiwa
5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia
6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi
7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya
dan tentu saja masih ada kiat-kiat lainnya yang tidak disebutkan.

Kesabaran tidak sama dengan pasrah dan menyerah yang didengungkan beberapa sinetron aneh. Sabar justru mengajarkan mukmin untuk tetap ada dalam kebaikan dan ikhtyar selama Allah ridha kepadanya. Akan tetapi, saat hasil yang didapat tidak sesuai dengan effort ikhtyar, maka sabar jugalah yang mengajarkan bahwa kita harus tetap percaya kepadaNya.

  1. Jazaakillah khoiran katsiir chie :)
    Momen tulisannya pas

  2. subhanallah teteh..

    ni 153 teh.. sapa coba?

  3. Subhanallah chie, blognya.. tukeran link yaaaa.. ^o^V

  4. jazakillah teh ilmunya….

  5. yang aku kagum juga chie, kesabaran khalifah Utsman. yang akhirnya terbunuh karena kesaah pahaman dan fitnah kaum Yahudi di masanya.
    Lalu A’isyah yang sabar menerima haditsul ifki (berita bohong) ttg dirinya, sampai2 ia cuma bisa bilang ‘shabran jamiilan’, kesabaran itu yang indah untukku saat ini, mengutip ucapan ayahandanya Nabi Yusuf. hingga ketika Allah membersihkan namanya dengan ayat Al-Quran, ia berkata “aku tidak berterimakasih kepadanya (muhammad) karena Allah lah yang membebaskanku” ^___^

  6. sukhron tausianya…..
    semoga bermanfaat bagi kita semuanya…………

  7. tetap sabar, sukhron…

  8. assalammu’alaikum….

    mb…boleh minta no hp nya gak???
    saaya “ngefans” ne ma GAMAIS ITB…pengen blajar banyak tentang ITB dari mb…sapa tw bisa diterapkan di LDK kampus saya
    klo boleh mb kirim no hp mb ke email saya mb ya…. olivia_putri91@yahoo.co.id

    (pRamitha_Universitas Mulawarwan)

  9. boleh saya share..??

  10. adek izin ngelingk ya, tulisannya bagus bagus

  11. nice article,dan salam kenal
    Slogan “kesabaran itu ada batasnya”

    jika boleh nambahin dari kisah yang bagus QS 12 1-111
    Al Quran *satu2nya kitab tanpa keraguan didalmnya
    ttg Shobron jamil,
    1, Kesabaran seorang ayah dg sikap anak2nya * Nabi Ya`qub
    2. Kesabaran anak kecil ketika dalam sumur
    3. Kesabaran pemuda karena fitnah wanita
    4. Kesabaran seorang ayah dipertemukan lg stlh 40 th
    berpisah dg anakny,,,
    semua berawal dari mimpi dan nyata adanya,
    MasyaAllah
    very inspiring

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.