Golongan yang Sedikit

Keistimewaan seorang mukmin adalah selalu ada dalam kondisi kebaikan: sabar dan syukur. Mungkin ada yang mempertanyakan apa perbedaan keduanya bagi seorang mukmin? Lho, emank ga ada bedanya??

For example, ada seorang mukmin yang menangis begitu mendapatkan nikmat yang tak disangka-sangka besarnya sebagai ujian kemudian berkata, “Bagaimana lagi aku harus bersabar?” Di sisi lain ada seorang mukmin yang mendapatkan musibah kehilangan harta perniagaan, tetapi ia malah mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah menitipkan harta dan Dia berhak mengambil titipanNya kapan saja.”

Bagaimana keduanya memandang musibah dan nikmat dengan perspektif yang berbeda dari orang-orang umumnya? Menakjubkan! Hmmm, karena itulah seorang Umar bin Khatthab pernah berkata, “Andai syukur dan sabar adalah dua tunggangan, aku tak peduli naik ke tunggangan yang mana” (syukron buat Wied yang udah reminder this). Tunggangan selain itu? No way!

sawah kakek-nenek

cianjur side

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Luqman:12)

Yup. Benar, Kawans! Allah sama sekali tak membutuhkan syukur kita. Allah tetap luas karuniaNya, tetap Maha Kaya, meskipun hambaNya tak bersyukur. Yang membutuhkan syukur itu adalah diri kita sendiri. Kita diciptakan untuk beribadah dan secara fitrah (alami) kita memerlukan syukur untuk melapangkan hidup kita. Bahkan, Allah menjanjikan bagi mereka yang bersyukur…

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim:7)

Akan tetapi, tidak banyak manusia yang bersyukur meskipun karuniaNya begitu luas. Pada setiap detik ada saja nikmat yang Dia berikan: udara bersih, kedipan mata, jantung yang berdetak, dan masih banyak lagi. Allah menagih syukur kita dalam sejumlah ayat yang menyebar banyak. Beberapa di antaranya adalah di bawah ini:

  • Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia (air minum) asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur? (al-Waqi’ah:70)
  • Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur (asy-Syura:33)
  • Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (al-Mukmin:61)
  • Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? (Yasin:72-73)
  • Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur[1016]. (al-Mukminun:78)
[1016]. Yang dimaksud dengan bersyukur di ayat ini ialah menggunakan alat-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Tuhan, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah s.w.t. serta taat dan patuh kepada-Nya. Kaum musyrikin memang tidak berbuat demikian.

 

Bahkan sesuatu bernama iman pun harus disyukuri. Ya, tentu saja. Sebab bagi seorang mukmin, iman adalah karunia terbesar dalam hidupnya. Bahkan Rasulullah, teladan kita, mensyukurinya dengan cara yang luar biasa.

Sesungguhnya Rasulullah bangun untuk shalat sehingga kedua telapak kaki atau kedua betis beliau bengkak. Lalu dikatakan kepada beliau, ‘Allah mengampuni dosa-dosamu terdahulu dan yang kemudian, mengapa engkau masih shalat seperti itu?’ Lalu, beliau menjawab, ‘Apakah tidak sepantasnya bagiku menjadi hamba yang bersyukur?’ (al-Hadits)

Mari qta memperbanyak syukur, Kawans, sebab syukur adalah sumber kebahagiaan. Semoga kita termasuk dari golongan yang sedikit, yaitu yang mensyukuri nikmatNya. Cara bersyukur adalah dengan mengingatNya, memujiNya dan menggunakan nikmat tersebut untuk beribadah dengan mengamalkan kebaikan di jalanNya.

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri[370] lagi Maha Mengetahui. (an-Nisa:147)

[370]. Allah mensyukuri hamba-hamba-Nya: memberi pahala terhadap amal-amal hamba-hamba-Nya, mema’afkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya.

 

Refleksi untuk diri sendiri saat kesulitan begitu menghimpit, selalu ada hal yang harus disyukuri. Langitku masih damai dari asap brutal, udara yang kuhirup masih bersih dari asap mesiu, berpakaian muslimah tidak dikejar polisi, bisa bolak-balik kampus dengan aman… ah, masi terlalu banyak jika nikmat itu disebut satu per satu.

  1. T.T takut liat gambarnya chie..
    tapi sepakat, selalu ada yang bisa disyukuri dalam hidup meski dalam keadaan terhimpit :)

  2. biar inget ajal, ros, c pmutus sgala nikmat (ud ga bisa syukur lagi qta)…
    anak2 klo meninggal masi bersih dari dosa, palagi dbunuh penjahat kaya israel: SURGA! tapi klo qta?

    *ap hrus ci ganti potonya?

  3. positif thinking and positive feeling>>>>>selalu berpikir positif akan membuat hidup menjadi indah

  4. 0ch1e aslinya orang cianjur ya?

    *ganyambungdotcom

    jazaakallahu khairan atas tulisannya :)

  5. ade akhyar sirait

    bagus tulisannya jadi nyadar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: