Arsip Kategori: Isagala

sekelumit singkat tentang Islam (dan agama lain)

Syahadatain

Pintu pertama bagi seorang non muslim untuk menjadi muallaf karena konsep iman telah matang di hatinya adalah mengucapkan syahadatain. Tulisan di bawah ini merupakan “profil singkat” dari syahadatain. Memang jauh dari lengkap, tapi mudah-mudahan bisa menjadi gambaran besar bagi pengikut blog yang setia di kategori Isagala.

Syahadatain adalah kedua kalimat syahadat:
- Asyhadu allaa ilaaha illallaah… (aku bersaksi bahwa tiada ILAH selain ALLAH)
- Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah… (dan aku bersaksi bahwa MUHAMMAD itu UTUSAN ALLAH)

Apakah arti “asyhadu” hanya sekedar “aku bersaksi”? Apakah benar qta menyaksikan Allah dan melantik Muhammad menjadi Rasulullah? Lantas mengapa kaum kafir mekah di zaman Rasulullah tak mau mengucapkannya? Ternyata makna asyhadu itu adalah sebuah sumpah, ikrar, dan janji setia. Adalah sebuah aib bagi penduduk Arab untuk mengingkari janji dan sumpahnya. Oleh karena itu, mereka tak mau!

Lantas apa makna ILAH di kalimat syahadat pertama? Ternyata TUHAN yang dimaksud ILAH di sini bermakna yang dicenderungi, yang disembah, yang paling dicintai, yang selalu dinomorsatukan, yang diberikan loyalitas tertinggi, yang… ridhaNya adalah segalanya. Kalimat ini berawal dengan menafikkan semua ILAH dengan kata “la” yang bermakna “tiada”, kemudian mengangkat satu: ALLAH.

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah.” Katakanlah : “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Luqman:25)

Di zaman Rasulullah pun mereka, orang-orang kafir musyrikin, jika ditanya siapa RABB mereka, mereka akan menjawab: ALLAH. Akan tetapi, jika mereka ditanya siapa ILAH mereka, maka mereka akan menyebut nama sesembahan mereka: latta, uzza, manat, dkk.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (al-Baqoroh:165)

Pemahaman pada kalimat pertama ini akan memunculkan yang namanya Ikhlas. Ikhlas artinya murni, tak tercampuri atau terkotori. Ikhlas merupakan kondisi hati yang benar-benar bersih dari niat selain mencari ridha Allah semata.

Then, kalimat syahadat yang kedua tak bisa dipisahkan dari kalimat syahadat yang pertama. Jika seseorang hanya mengimani Allah sebagai satu-satunya ilah, sedangkan ia tak mengimani Muhammad sebagai utusanNya, maka imannya tertolak.

Pemahaman pada kalimat kedua ini akan memunculkan yang namanya ittiba. Ittiba artinya menjadikan Rasulullah sebagai contoh teladan, prototype ideal qta beramal. Ittiba merupakan kondisi amal yang ada di koridor seharusnya.

Maka, bahwa setiap ibadah akan diterima Allah jika memenuhi dua syarat: ikhlas dan ittiba, sebenarnya diturunkan dari konsep syahadatain.


Untuk muallaf:
Setelah syahadatain di depan jama’ah (biasanya di masjid), lakukan mandi wajib, dan mulailah belajar shalat dan membaca al-Quran (minimal itu dulu). Kalau ingin bertanya berbagai adab fiqh ibadah lainnya, lanjutkan diskusi dengan para asatidz (ustadz-ustadzah: guru2) di lembaga pembinaan muallaf (di salman juga ada: gedung kayu, ruang LPD-LMS).

Permusuhan Ishaq dan Ismail

Wew, sejak kapan ade kakak itu bermusuhan? Koq ada hasil pencarian tentang ini sampe ke blogku? OK I’ll say it clearly: mereka ga pernah musuhan! Then kenapa Ibrahim sampe rela meninggalkan Hajar dan Ismail di tanah gersang di antara Shafa dan Marwah di jazirah arab? Apa bukan karena Sarah cemburu? Apa Ibrahim tak pernah kembali menjenguk Hajar dan Ismail setelah itu?

Ibrahim meninggalkan Hajar atas perintah Allah, sobat! Bukan karena kecemburuan istri pertama karena memang tak bisa memberikan keturunan (akhirnya diberikan keturunan juga di usia tua mereka: Ishaq). Sekali lagi bukan karena niat menelantarkan, bukan…

Mengapa Allah memerintahkan demikian? Jawaban ini terbukti setelah beberapa zaman berlalu: Sebab Allah ingin membangun peradaban di sana. Adanya mata air zamzam dan suburnya beberapa tumbuhan seperti kurma dkk membuat orang-orang yang dalam perjalanan beristirahat di sana. Mereka hidup dan menetap di sana sehingga keturunan Ismail pun banyak bertahan di sana. Ya, di mekah itu!

Di sisi lain peradaban juga berkembang di Mesopotamia, Palestina, Mesir, dkk. Yang pertama kali menghidupkan peradaban di sana adalah Ishaq dan keturunannya. Mereka punya corak kehidupan yang agak berbeda, tetapi sebenarnya mereka berasal dari milah yang sama: milah Ibrahim. Keturunan Ishaq ini ada pula yang hidup di jazirah arab (diceritakan dua bani Yahudi pernah hidup dan terusir di Madinah).

Ibrahim tak pernah benar-benar menelantarkan Ismail, bahkan beberapa kali mengunjunginya setelah Ismail menikah. Bukankah di artikel sebelumnya sudah kujelaskan bahwa Ibrahim mendapat perintah menyembelih Ismail di usia remajanya? Berlanjut, mereka pernah sama-sama membangun rumah ibadah bernama: Ka’bah! Yang kemudian menjadi Baitullah atau Masjidil Haram yang padat dikunjungi setiap tahunnya untuk menunaikan ibadah haji.

Sekali lagi, Ismail dan Ishaq tak pernah berebut tempat di hati ayahanda mereka. Mereka hanya terpisah oleh jarak yang sangat jauh dan membangun peradaban di tempatnya masing-masing. Mereka sama-sama nabiyullah yang taat dan berda’wah kepada kaumnya agar menyembah Allah semata. Kaum keturunan Ishaq saja ada yang arogan, bahkan banyak membunuh nabi keturunan mereka sendiri. Merekalah Yahudi yang dikatakan dalam al-Quran paling keras permusuhannya kepada orang Islam.

Selain itu, di zaman yang sama dengan Ibrahim, ada Luth yang juga sama nabi. Kaum nabi Luth juga punya peradaban sendiri dan yang tersisa dari kaum Sodom (selamat dari azab) berkembang biak di bumi Allah yang lain.


Indonesia gimana ya? Katanya Indonesia berasal dari Benua Atlantis yang hilang… kalau dilihat dari sudut pandang keturunan siapa: Ishaq atau Ismail? Kayanya c keduanya (oci diskusi ma ade, banyak justru dari Ishaq, bahkan). Tapi itu sebenarnya ga penting2 amat. Yang penting kan gimana caranya qta bisa mencapai derajat taqwa dengan iman dan Islam qta. Ga usah cape2 ngurusin qta kturunan siapa. Insya Allah akan dihimpun di surgaNya keturunan yang mengikuti iman dan amal baik leluhurnya.

Ohya, maksud oci permusuhan ummat Yahudi kepada ummat Islam sejak dulu karena mereka hasad; bukan karena emank dari “nenek moyang” Ismail dan Ishaq bermusuhan -_____- ampun deh pembaca ni bisa missinterpretasi jauh amat, awak jadi takut klo ngomong…

[larut malam] posting ini dulu sebelum tidur karena khawatir miss persepsi berkembang lebih jauh

Overview: Nasrani dan Yahudi

Nasrani. Dalam bahasa al-Quran adalah nashaaraa, arti singkatnya menolong. Yup, mereka adalah ummatnya nabi Isa as yang selalu setia menyertai beliau menolong agama Allah. Seperti yang sering qta dengar dalam Q.S. as-Shaff ayat terakhir:

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah“, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Yahudi. Dalam bahasa al-Quran adalah yahuudu atau haaduu atau huudan, artinya singkatnya petunjuk. Aga ga yakin, please CMIIW, soalnya hudan yang artinya petunjuk itu tanpa mad. Seperti yang ada dalam Q.S. al-A’raf:159

Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan.

Kedua agama ini sebenarnya berasal dari satu sumber, yakni milah Ibrahim, milah tauhid, milah yang hanif (lurus). Jika Yahudi dan Nasrani berasal dari satu keturunan nabi Yakub (Israil). Yakub ini putera nabi Ishaq, sedangkan Ishaq anak dari Sarah (istri Ibrahim yang pertama). Sementara Muhammad berasal dari satu keturunan nabi Ismail, sedangkan Ismail anak dari Hajar (istri Ibrahim yang kedua, tetapi Ismail lahir lebih dulu daripada Ishaq).

Perlu kajian khusus untuk mengetahui silsilah keturunan para nabi dan sejarah peradaban di Timur Tengah (Palestin, Jazirah Arab, Mesir). Rasanya satu-lima artikel belum cukup lengkap untuk membahasnya (oci pun baru baca detil sirah nabawiyah yang pra kelahiran Muhammad: pusing sangat). Yang pasti, salah satu sebab permusuhan orang Yahudi kepada Muslim adalah: nabi terakhir yang dijanjikan sebagai Mesias bukan dari keturunan mereka (herannya, meski nabi2 sebelumnya banyak dari keturunan mereka, mereka malah membunuh nabi-nabi tsb).

Sebenarnya Nasrani itu sendiri memiliki konsep trinitas pasca dipasungnya seorang judas di tiang salib adalah skenario orang-orang Yahudi. Akan tetapi, tak semua dari ahli kitab menjadi penganut agama baru ini. Masih ada golongan yang tetap memegang milah mereka dengan benar hingga keturunannya mendukung Muhammad. Hmmm, suatu saat mungkin (insya Allah) akan chie ceritakan soal seorang sahabat bernama Salman al-Farisi. Seorang Persia yang awalnya beragama Majusi (penyembah api) melakukan perjalanan spiritual mencari jejak-jejak kebenaran dari pendeta dan rahibnya dari Bani Israil (Nasrani) kepada penutup para nabi (Islam).

Back to topic. Kisah tentang bani Israil cukup banyak dikisahkan dalam al-Quran. Mulai dari kisah tentang pra kelahiran Musa (saat anak laki2 dibunuh karena Fir’aun merasa terancam), dunia remaja Musa, kenabian dan da’wah Musa (beserta mukjizatnya), beberapa peristiwa yang menggambarkan pembangkangan bani Israil kepada nabi-nabi mereka… sampai kisah Maryam, Isa, dst… bahkan permusuhan mereka pun dibahas.

Bani Israil tidak semuanya pembangkang, bahkan beberapa orang di antara mereka diangkat menjadi nabi untuk meluruskan hidup, bahkan para pengikut setia Isa itu digelari penolong agama Allah. Ajaran lurus keduanya seperti yang telah disebutkan dalam artikel sebelumnya adalah milah tauhid, yakni meng-AHAD-kan Allah sebagai satu-satunya Ilah (bukan hanya satu-satunya Rabb).


Rabb: pencipta, pemelihara, penyubur, penumbuh
Ilah: yang disembah, ditaati, paling dicintai, diberikan loyalitas tertinggi

Bukan untuk Ummat Akhir Zaman

Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quran itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil (as-Sajdah:23)

Setiap zaman ada syari’atnya. Menurut al-Quran yang mukmin yakini Islam adalah din (agama) yang telah paripurna untuk ummat akhir zaman, yakni ummat yang hidup setelah risalah kenabian telah ditutup. Muhammad sebagai nabi terakhir sudah menyampaikan aturanNya hingga ayat terakhir dalam al-Quran pada abad ke-7.

Pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (penggalan al-Maidah:3)
[397]. Yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada’, haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Pada saat Umar bin Khatthab membaca lembaran Taurat pun Rasulullah memarahinya sebab andai Musa hidup di zaman Muhammad pun, ia akan meninggalkan milahnya (agamanya) sebab Islam telah menyempurnakan syari’at yang ada sebelumnya.

Syari’at Musa? Syari’at Isa? Syari’at yang sebelumnya? Jadi sebelumnya ada syari’at sebelum Islam yang diakui oleh Islam?

Yup, sebelum dinul Islam, ada milah tauhid. Meskipun makna letter lux kata “din” dan “milah” dalam B. Indonesia sama2 “agama”, tapi pada keduanya ada perbedaan makna. Dinul Islam adalah milah tauhid (mengahadkan Allah sebagai satu2nya Ilah –yang berhak disembah, diberikan loyalitas tertinggi, paling dicintai) yang aturan2 syari’atnya relevan dengan kekinian.

Jika dalam syari’at yang dibawa Musa ada merobek bagian baju yang kena najis berat, maka dalam syari’at yang dibawa Muhammad, cukuplah bagian baju itu dicuci 7x yang 1x-nya adalah dengan tanah (6xnya oleh air). Jika dalam syari’at sebelumnya Sabat menjadi hari khusus ibadah (tidak boleh mencari rezeki harta dunia), maka dalam syari’at ini Jumat adalah hari raya setiap pekan (dimana ikhwan harus shalat Jum’at di masjid). Dan masih banyak lagi (itu hanya sebagian kecil)…

Sebenarnya dalam kitab-kitab yang penuh konflik itu pun ada pengakuan bahwa milah mereka hanya relevan untuk Bani Israil di zamannya dulu. Seperti yang ada pada salah satu Injil, “Maka jawab Yesus, katanya: Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain hanya kepada segala domba yang sesat di antara Bani Israil” (Matius 15: 24)

Terlepas dari masih murni atau sudah terkotori tangan manusia (sudah kita bahas di artikel “Kitab-kitab Yahudi”), Taurat dan Injil sudah tidak relevan lagi. Terlebih sekarang, milah tauhid yang telah dibawa kedua kitab ini telah rusak dengan penambahan-penambahan selain syari’atnya sudah tidak relevan lagi. Bahkan, syari’at pun justru ditambah-tambahkan dengan menyembahi patung, membeli surat pengampunan dosa, boleh memakan daging babi, dll.

Maka, solusi lengkap dari milah dan syari’at itu ada dalam satu paket bernama Dinul Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (al-Anbiya:107)

Al-Quran yang Inspiratif, yang Ditinggalkan

Mukjizat terbesar Rasulullah sekaligus yang masih bisa qta saksikan sampai saat ini adalah al-Quran! Di bawah ini adalah beberapa dari sekian banyak ayat-ayat kekuasaan Allah yang dibuktikan ilmu pengetahuan jauh setelah al-Quran ini turun. Maha Suci Allah, segala puji bagiNya, Allah Maha Besar… tiada Ilah yang berhak disembah selainNya!

Inilah al-Quran, kitab suci yang di dalamnya akan sangat banyak kita temukan kebesaran-kebesaranNya yang teruji secara kauniyah. Inilah al-Quran, kitab suci yang ummatnya sendiri telah tinggalkan sehingga mereka mengalami kemunduran dan kehinaan yang bertambah-tambah. Inilah al-Quran, sobat, inilah dia kalamullah: ucapanNya, tuntunanNya, pedomanNya untuk kita! Jangan ragu: bukalah ia, bacalah ia, dengarkanlah ia, simaklah ia, resapilah ia, pelajarilah ia… biarkan air mata mengalir, rindu menusuk-nusuk, dan keimanan semakin menghujam saat berinteraksi dengannya…

Ok, langsung saja! Inilah 3 contoh fenomena dalam al-Quran yang saat diturunkannya belum ada ilmu pengetahuan seperti sekarang. Masih sangat banyak yang belum tertulis di luar artikel ini tentu saja. Bersiaplah terperangah dengan 3 di antaranya, Kawan! Dan bersiaplah bersujud lebih lama, lebih khusyuk, lebih dalam jika kamu menemukan masih sangat banyak ayat al-Quran yang beririsan dengan ayat kauniyahNya di alam semesta ini! Satu yang perlu digarisbawahi: al-Quran turun pada abad ke-7 saat ilmu pengetahuan belum seperti sekarang!

Bacalah! Dengan nama Rabbmu yang menciptakan… Bacalah! Dan Rabbmu Yang Paling Mulia…

Astronomi
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (36) Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. (37) dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (38) Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua (39) Yasin:36-39

Sebenernya pengen minta tolong anak astro aja yang jelasin bagian ini. Inti yang ochie garis bawahi adalah matahari pun memiliki lintasan edar, ia berjalan, ia tidak diam! Dan itu teratur, memiliki lintasan, tidak berjalan bebas ke mana saja. Begitu pun bulan, memiliki manzilah-manzilah yang sifatnya rutin sehingga pada awal bulan (sistem kalender hijriyah, penanggalan qamariyah) dan akhir bulan ia terlihat seperti tandan tua (maksudnya melengkung kurus), sedangkan di pertengahannya justru bulat sempurna. Semuanya teratur sehingga malam dan siang tidak sembarangan dan memiliki pola waktu tertentu.

Perkembangan Janin dalam Rahim
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (al-Mukminun:13-14)

Pada zaman ketika ilmu pengetahuan tentang perkembangan janin dalam rahim belum ada sama sekali, al-Quran telah bercerita tentang urutannya. Tentu saja untuk mengetahui rupa segumpal darah, segumpal daging, tulang belulang, dan daging yang membungkus tulang itu harus kita pahami dari asal katanya ‘alaqoh, mudghoh, ‘izhom, dan lahm. Perhatikan bahwa segumpal daging dan daging itu sendiri asal katanya berbeda. Harusnya yang ngejelasin tentang perkembangan zigot, janin, dan akhirnya berbentuk bayi bukan ochie ya (hehe, secara anak IF ga belajar beginian; lupa juga yang waktu SMA). Yang jelas, al-Quran bahkan mempertimbangkan pemilihan kata selain urutannya. Tulang yang seperti apa, ternyata tulang yang masih lembut (tulang rawan).

Pimpinan Semut adalah Ratu!
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; (an-Najm:18)

Sekilas jika melihat ayat ini rasanya biasa saja, tidak ada yang istimewa. Tapi jika kita lihat dari bahasa arabnya, “berkatalah seekor semut” itu dari kata “qaalat namlatun”. Dalam bahasa arab, huruf ta dalam keduanya (isim dan fi’il) menunjukkan ia tasniyah. Hal ini menunjukkan bahwa sang semut yang memerintah di sini adalah betina, bukan jantan. Dewasa ini, terbukti secara ilmiah bahwa pemimpin para semut adalah betina.

Allahu A’lam…
:)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.