Arsip Kategori: diary penulis
catatan kepenulisan blog inih
“Ketemu” Blogger Laen
Alhamdulillah… senang rasanya pagi ini disapa seseorang yang pernah berkunjung ke blog ini^^ meski ga pernah bertemu sebelumnya, tapi entah kenapa rasanya ukhuwah itu terbangun begitu saja. Kalau dihitung2, kenalan baru yang pernah keep in touch beberapa kali di email, YM, atau SMS sudah cukup banyak. Beberapa yang kuingat namanya (mohon maaf bagi yang terlupa ga ikut terkenal, hehe):
- Khamarudzaman (UNTAN 2005)
- Agastya (Al-Azhar 2006)
- Ade (Tokodai 200?)
- Mitha (UNMUL 2008)
- Ina (Mesir 2010, tapi bfore di Malaysia 2005)
Setiap orang ada keperluannya berkunjung kemari. Dari hasil pencarian di search engine sejenis google bisa nyasar kmari, Alhamdulillah. Senangnya ukhuwah bisa terjalin meski tak pernah bertatap muka sebelumnya. Yah, memang ga secepat forum buat nambah teman atau efbe buat nyari teman lama, tapi ochie merasakan banyak manfaat blogging di wordpress. Maka, ochie akan tetap setia menulis di sini, insya Allah^^ semoga pembaca juga mendapatkan manfaat saat membacanya, aamiiiiiiiiiin. Manfaat itu bernama keberkahan dan mencintai kebaikan + perbaikan.
Happy blogging! (^o^)/
Non-activated Other Blogs
Chie masi semangat ngeblog ni, apalagi liat statistic pengunjung (beberapa hari ga liat), Alhamdulillah… dahsyat! Beberapa keyword perbandingan agama banyak nganterin ke sini, semoga menjadi satu jalan hidayah di antara jalan lainnya (amin, ya Rabb). Yok, yok, mari istiqamah menajamkan pena (^o^)/
Akan tetapi, berhubung yang lainnya ga terkelola dengan baik… Yang http://blog.stei.itb.ac.id/ parah banget spamming comment-nya nyampe belasan ribu (nda ada sejenis akismet c) mpe akhirnya diangusin, yang multiply juga sama gejenya ma fesbuk (males ngeksplor setting c ini mah), yang blogspot paling ya yg updated klo gi ada spirit nulis cerpen (biasanya c posting ke myQuran dulu, baru ke sonoh). Ok, balik lagi: berhubung yang lain ga terkelola dengan baik, chie perkaya blog ini aja de dengan tambahan kategori yang udah bisa dilihat di samping.
ekonomi Islam
Kategori ini menceritakan sedikit pandangan, perhatian, dan pengaturan Islam terhadap dunia ekonomi. Hanya menjelaskan sedikit prinsip2nya melalui sedikit kasus juga. Maklum, bukan mahasiswa ekonomi, jadi ilmunya ga begitu mendalam. Silakan dikritisi klo ada yang salah.
campuzz
Kategori ini berisi warisan yang pengen dikasiin ke generasi penerus. Bentuknya bisa kisah nostalgia berhikmah atau nasihat2 singkat melihat fenomena mungkin, ya? Merasa udah tua juga c jadi ga usah cerewet2 dibagi jadi amanah ini dan amanah itu (usia tinggal dua bulan di kampus, insya Allah)
akpro
Kategori ini berisi wawasan ilmiah dan bersifat teknis. Baik yang berbau ke-IF-an (emank gimana baunya?), tekpen, peluang kerja, dan mungkin… bisnis (aga binun c buat ngebedain ma ekonomi Islam)
da’watuna
Kategori ini tadinya ga akan dimunculkan, tapi setelah dipikir2 asal ga mengundang ikhtilaf yang ekstrim, gapapa c ya? Insya Allah kita akan pake bahasa syi’ar biar lebi cair. Kalau mau kritisi tajam soal khilafiyah dkk, bukan di sini tempatnya^^
renungan iman
Kategori ini mirip diary, tapi tanpa sudut pandang sebagai seseorang (mirip artikel). Setelah chie pertimbangkan baik2, ada beberapa artikel yang dari Isagala lebih cocok kalau disimpen dalam kategori renungan iman. Di dashboard, chie nemu beberapa keyw pencarian: apa bedanya mukmin dan muslim, apa bedanya Islam dan muslim, dll. Nah, smoga dengan dikategorikan dua semakin tergambar apa bedanya.
**Singkatnya iman itu lebih ke hati, islam itu lebih ke amal. Yang diyakini dalam hati itu (baik terbukti indrawi maupun tidak) harus diwujudkan dalam amal, sedangkan amal itu punya aturan dan harus dilandasi keyakinan. Keduanya tak bisa dipisahkan. Nah, mukmin dan muslim adalah orang yang beriman dan orang yang berislam. Lebih lanjut lagi ihsan adalah kesungguhan dalam beramal dan pelakunya adalah muhsin. Untuk lebih memahami ketiganya, baca lagi hadits dalam artikel “Apa itu Iman?”
Sebenarnya bisa aja 1 artikel di bawah beberapa kategori, tapi ochie akan berusaha keras memasukkan 1 postingan menjadi 1 kategori yang paling dominan, insya Allah…
Review This Blog
Sebelum speedy di humz dicabut hari ini, sebelum pergi ngementor, izinkan daku berkisah untuk “terakhir” kali <<ah, masa, chie??
Kali ini chie gi pengen cerita soal blog ini, first blog yang pernah chie bikin di itebe sebelum yang blogspot, multiply, stei.itb, dll. Awalnya cuma ikut2an aja, terus vacum lama, karena lebih seneng aktif di berbagai milis dan melanjutkan komunitas forum (plasa.com) dan chat sehobi (pernah jadi fans HikaGo, suka Naruto juga
) waktu SMA, tapi sekarang udah ga aktif. Tingkat dua akhir mulai nulis lagi, itu pun tersendat-sendat, sebab lebih seneng debat dan “nyari musuh” di forum lain (myQuran.org), tapi sekarang udah tobat, postingan juga udah banyak diapus c. After kopdar ma anak2 myQ Bandung, jadi lebi “gila” myQ-an meski bukan di board yang sama dengan yang before: lebi suka gaul dan nambah temen.
Mulai aktif nulis di blog ini sejak awal tingkat empat mungkin, ya (hmmm, qra2 sqtar itulah). Waktu itu bingung nentuin topik apa ya yang bagus buat blog ini?? Hmmm, setelah revisi berkali-kali (insert, edit, delete), jadilah isinya diary semua. Diary itu chie bagi jadi diary muslimah, diary ummat, diary if-ers, dan diary penulis. Lama-kelamaan, sesuai kebutuhan, permintaan, dan peluang, chie tambahkan dua kategori yaitu: bout love dan Isagala (Islam dan agama lain). Untuk kategori dll sebenenya kategori default untuk semua tulisan yang aga susah dikelompokkan.
Diary Muslimah
Sebenernya awalnya chie pengen memasukkan diary pribadi aja ke kategori ini, tentu aja yang kontennya bijak buat dipublish. Akan tetapi, melihat pengalaman orang lain yang menarik, chie “kepincut” juga nulis diary mereka untuk berbagi dengan pembaca setia blog
. Harapannya adalah curhat ini bisa menyentuh hati orang-orang yang berpengalaman sama atau orang-orang yang ada di seberang pengalaman untuk melihat dengan cara lain. Sebagian juga chie jadikan cerita pendek (chie135.blogspot.com) bahkan novel yang belum publish juga
(ishbir ya yg nunggu, insya Allah free). Ada beberapa yang nanya di balik layar: yang mana diary punyamu, chie? Hehe, kujawab singkat aja: apa perlu tahu siapa orangnya untuk mengutip hikmah di balik curhatnya?
Diary Ummat
Isi diary ini adalah kondisi-kondisi ummat. Pengennya c bukan cuma kondisi-kondisi miris aja yang ditulis, tapi chie belum sempet nulis yang ideal meski pernah ada arsipnya (ga update banget). Mudah-mudahan ada kesempatan buat nulis lebih banyak kondisi diary ummat pasca kampus ntar. Berharap mendapatkan lingkungan yang bisa chie ceritakan kondisinya di blog ini. Yup, semoga bisa istiqomah berbagi cerita meski dalam kondisi sesibuk apapun. Meski ga serutin sekarang, ya semoga masih tetep bisa menulis…
Diary IF-ers
Berhubung chie anak IF, harusnya bukan cuma ngomongin agenda IF, melainkan juga banyak ngomongin ilmu IF, ya. Fufufu, kenyataannya adalah blog stei.itb buat catatan akademik juga jarang chie update. Semangatnya di awal duank, abis itu ilang seketika. Orang bilang chie salah jurusan, tapi chie yakin bukan salah jurusan c… Allah ngasi kesempatan berilmu di sini meski cuma sebagian kecil dan ga dapatin nilai optimal kaya temen2 istimewa; Allah ngasi kesempatan beramal di sini meski bukan sebagai aslab, asdos, atau keakademikan lainnya. Akhir tahun ini chie bisa mengatakan dengan sempurna (dari hati): Allah Maha Baik sudah memasukkanku ke dalam jurusan ini, ke dalam kampus ini (meski waktu SMA dulu pernah dapet beasiswa full dari Pres Univ, chie tetep prefer ITB), dengan mempelajari banyak hal di dalam dan di luar bangku kuliah, Alhamdulillah… *hiks
Diary Penulis
Ya kaya gini inih, cuma ngomongin tulisan di blog wordpress ini c… sebagai penulis blog sendiri only. Klo soal tips, nyari dan manajemen ide, sebenernya mau dipublish di blogspot. Sayangnya sama belom juga ditulis di sana %peace%, abis chie aga maruk aktivitas termasuk nulis dan daftar blog
.
Bout Love
Cinta itu sesuatu yang sangat menarik untuk dikupas dan diperluas maknanya. Oleh karenanya, chie coba menorehkan sebagiannya di sini dengan pengalaman ga sempurna dan kata yang terputus-putus. Alhamdulillah beberapa artikel bisa dituliskan juga akhirnya. Mungkin ntar ditambah klo pengalamannya udah nambah, insya Allah tapi, insya Allah… klo masih ada usia dan diberi kesempatan. Yang pasti saat qta mencintai sesuatu atau seseorang, entah kenapa, ada energi dari mana, qta lebi struggle dari biasanya. Pernah ngerasain, ga? Ochie pernah, Alhamdulillah, indaaaaaah sangat: semuanya jadi ringan dan menembus batas meski fisik lelah. Makanya mungkin biar TA lekas selese, chie harus belajar mencintainya kali, ya? Chie cinta koq >.< tapi bukan prioritas (lha? malah makin banyak curhat ini di sini
)
Isagala
Kategori ini akan terus berlanjut, insya Allah. Berharap menjadi seruan da’wah untuk teman2 yang non muslim: menjadi sahabat bukan cuma di dunia, melainkan juga akhirat. Diikhtiyarkan pandangan dalam tulisan objektif dan ga cuma maen esmosi (meski ga bisa dipungkiri ada sisi subjektif da’i tentu aja). Berharap juga buat temen2 muslim lebih mengenal agamanya sendiri dan melihat perspektif lain di luar agama mereka untuk lebih meyakini agama ini. Sudah sedikit dibahas garis yang menjadi pembeda atau pembatas antar agama, baik antara samawi dan non samawi maupun antarsamawi sendiri: TAUHID dan AQIDAH. Sepertinya perlu bantuan temen2 muallaf untuk ikut mengisi kategori ini karena perubahan keyakinan itu didasari oleh ilmu sekaligus rasa.
dll deh
Ga ada yang istimewa dengan kategori ini. Kayanya ga perlu ada keterangan apa2 (terus napa nulis subjudul ini, chie?
)
Yup, begitulah akhirnya blog ini mpe kaya gini sekarang. Chie gi belajar rempati dan pengen berbagi dengan topik2 itu. Semoga penulis dan pembaca sama mendapatkan manfaat ilmu sekaligus spirit dari tulisan berbumbu emosi kental ini^^ (emangnya makanan ya, hehehe).
Pra New Topic: IMAN
Dalam perenungan yang panjang karena lagi-lagi dilanda insomnia sejak semalam (asa banyak yang harus dipikirin, termasuk TA, hehe), chie mulai berpikir untuk menuangkannya lagi lewat tulisan. Energi nulis gi banyak nih, kecuali nulis laporan progress TA
Setelah membahas unlimited sabar, membahas powerfulnya cinta, membahas sedikit tentang Islam dan agama samawi lainnya (blom selese nih, heuheu, insya Allah masih disambung), bahkan membahas topik se-advance itsar (maaf klo ada pembaca yang kurang paham soal ini; coba googling aja dulu sebelum chie tulis topik ukhuwah), rasanya pengen nyambungin semuanya dalam seuntai benang merah, tapi sebenarnya apa yang bisa dijadikan benang merahnya, ya??
Dan lagi-lagi jawabannya ke sana: sebuah karunia terindah bernama IMAN!
**lho koq tiba2 pengen nangis??**
insya Allah berikutnya akan chie bahas soal dimensi, review hadits populer, dan case study… tapi untuk detik ini biarkan chie melakukan sesuatu dulu: lumayan nih jam2.40 ada gawean penting^^
Muhasabah Cinta
Judul artikel ini sama dengan judul soundtrack film terbarunya Pa Habiburrahman yang diangkat dari novel “Ketika Cinta Bertasbih” setelah “Ayat-ayat Cinta” yang dinyanyikan EdCoustic in cukup membuat suasana hati jadi mellow.
satu bait di bagian Reff: “Kata-kata cinta terucap indah mengalir berdzikr di kidung do’aku… Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku…”
Bagi oci pribadi, tokoh yang muncul di skenario yang paling berkesan adalah yang ini (lebih daripada tokoh yang paling utama). Konflik batin setelah mengetahui bahwa dia terkena AIDS itu soalnya lumayan persis dengan tokoh utama yang pernah kubuat di novelku (pernah buat waktu SMA).
Hanya saja, tokoh yang kubuat itu annisa (wanita). Sama, awalnya ia mempertanyakan mengapa nasibnya seburuk itu padahal ia tak melakukan dosa yang sama beratnya dengan orang-orang yang senasib (kena aids karena zina dan obat2n), tapi siapa yang harus jadi kambing hitam?
Nah, ending dari novelku beda dengan novelnya Pak Habib soalnya punyaku tokoh ini benar-benar mati dan jadi kenangan di kisah tokoh berikutnya. Bagiku menciptakan karakter ini dengan pena cukup sulit karena saat memposisikan diri menjadi dia, perasaan “naik turun” itu ternyata melelahkan, terlebih untuk diluruskan (baca: bisa merelakan).
Satu kalimat yang menjadi catatan ci dalam novel itu ( ada yang mau baca? mumpung belum diterbitkan
): “Sebaik2 penasihat yang pandai bicara adalah Al-Quran dan sebaik2 penasihat yang diam adalah kematian…”
Apa yang telah qta persiapkan untuk “esok”? Cinta yang pernah qta utarakan dengan syahadat pun butuh pembuktian!