Benang Merah itu Berjudul: IMAN
Entah masih adakah hutang tulisan yang harus kutunaikan, baik secara pribadi melalui email, private message, dan sms, maupun secara rame2 di blog, forum, maupun milis. Oci mohon maaf sebesar-besarnya kalau itu sempat terlupakan atau memang benar-benar terlupakan sama sekali! Seingetku ini tulisan terakhir yang oci janjikan di BLOG. Berikutnya ga akan menerima request apapun dulu lagi, mohon dmaklumi u____u. Kalaupun harus menulis, yang kutulis haruslah karena keutamaan Ramadhan di sisiNya.
–
Akpro kita dedikasikan untuk iman bahwa memberi manfaat luas untuk ummat di dunia itu artinya adalah memberi manfaat mendalam untuk diri kita di akhirat. Cinta hakiki merupakan jiwa iman: cinta kepada Allah-RasulNya-berjuang di jalanNya. Da’wah termasuk aktivitas kampus di dalamnya merupakan salah satu wujud amal dari iman. Catatan demi catatan adalah potret iman ketika sehat dan sakit.
Islam yang melengkapi iman di medan amal telah mengatur seluruh kehidupan di dunia ini: ipoleksosobudhankam, dkk. Islam yang landasannya al-Quran dan as-Sunnah telah menjadi agama final yang sempurna. Episode-episode pra-proses-pasca nikah juga bagian dari iman yang diatur dalam Islam sesuai fitrah.
Semua implikasi dan aplikasi iman di berbagai kategori tulisan di blog ini hanya sebagian dari dalamnya makna iman. Iman merupakan sisi spiritual manusia yang menggerakkan. Keyakinan, kata sederhana yang mewakili iman. Meski belum pada derajat ‘ainul yaqin (keyakinan karena telah terindra oleh mata), keyakinan itu benar-benar didasarkan pada ilmu dan rasa sehingga tak mengenal keraguan. Ya, tak mengenal keraguan bahwa jalan menggenggam bara api inilah (Islam) jalan yang kita pilih dengan semua konsekuensinya! Sudah sestabil itukah iman kita??
Tentang apa itu iman sudah pernah kita bahas. Dimensi iman yang tiga, bahkan tentang iman yang menembus batas indrawi pun telah ditulis before. Semoga menjadi gambaran lebih jelas tentang apa itu iman. Iman itu jawaban (fikriyah), iman itu emosi (ruhiyah), dan iman itu mewujud amal baik (jasadiyah).
Andai iman bisa dijual beli, maka orang yang benar-benar telah menemukannya takkan mau menjualnya meskipun harus merelakan nyawa.
–
Klo ada yang inget utang oci yang laen, mohon diingatkan >.<
[menjelang H-2] Ya Rabbi, ballighnaa Ramadhan…
Posted on Juli 29, 2011, in renungan iman. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.
Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)