Memperluas Manfaat

Dari Abu Hurairah RA., dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang meringankan penderitaan seorang Mukmin di dunia, niscaya Allah akan meringankan penderitaan (kesulitan)nya kelak di hari Kiamat dan barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang mengalami kesulitan, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Siapa saja yang menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib) nya di dunia dan akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya selama si hamba tersebut menolong saudaranya. Siapa saja yang menempuh suatu jalan guna mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan tidaklah suatu kaum (kelompok) berkumpul di salah satu rumah Allah sembari membaca Kitabullah dan mengkajinya di antara sesama mereka melainkan ketenangan akan turun di tengah mereka, rahmat meliputi mereka dan malaikat mengelilingi mereka serta Allah akan menyebut mereka di sisi para malaikat. Siapa saja yang menjadi lamban karena amalnya (sehingga amal shalihnya menjadi kurang), maka tidak cukup baginya hanya (bermodalkan) nasab.”
(HR.Muslim)

Hadits di atas cukup mewakili judul artikel kali ini: bahwa konsep take and give harus berganti menjadi give and receive. Harapkanlah jawaban semua kebaikan yang kita lakukan dariNya dan bukan dari orang lain, termasuk orang yang kita berikan bantuan. Hadits yang sangat padat, ya… mari kita coba merenungkan hadits tersebut dengan memenggalnya menjadi beberapa bagian:

1. Barangsiapa yang meringankan penderitaan seorang Mukmin di dunia, niscaya Allah akan meringankan penderitaan (kesulitan)nya kelak di hari Kiamat
Di bagian pertama ini dikhususkan untuk mukmin dan pahalanya pun terkait dengan imannya terhadap hari akhirat. Bagaimana cara meringankan penderitaan seorang mukmin? Biasanya dengan tausiyah, motivasi, memaafkan, dan bahkan mungkin hanya sekedar didengarkan dengan baik dan didoakan.

2. barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang mengalami kesulitan, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.
Di sini digeneralisasi untuk siapa saja yang mengalami kesulitan dan istimewanya balasan untuk mereka adalah di dunia dan akhirat (double nih). Memudahkan urusan artinya melakukan sesuatu dalam bentuk amal (bukan sekedar kata-kata dan ekspresi saja seperti pada poin sebelumnya).

3. Siapa saja yang menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib) nya di dunia dan akhirat.
Luar biasa memotivasi kita untuk tidak melakukan ghibah (mengumbar aib), kan? Jika ghibah membuat seseorang kehilangan pahala karena jatahnya harus diberikan kepada saudaranya yang dibicarakan, maka menghindari ghibah bernilai plus plus: ditutupi aib di hadapan seluruh manusia, baik di dunia terlebih lagi di akhirat!

4. Allah selalu menolong hamba-Nya selama si hamba tersebut menolong saudaranya.
Selalu! Selama!
Ochie jadi ingat potret seorang yang luar biasa di kampus: beliau mendanai semua biaya pengobatan salah seorang temannya yang sakit keras. Padahal beliau hanya seorang mahasiswa biasa, tetapi demi menolong temannya ini, ada saja penghasilan yang beliau dapatkan di tengah kesibukannya berda’wah dan belajar. Penghasilan yang beliau dapatkan benar-benar hasil keringatnya sendiri dan tak pernah dipamerkan sekian juta per bulan.

5. Siapa saja yang menempuh suatu jalan guna mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.
Bagian ini juga luar biasa menusuk hati menurutku. Memang benar janji Allah bahwa yang diberi ilmu adalah yang ditinggikan beberapa derajat. Sebab setiap ilmu sebenarnya mendukung pada spirit dan atau amal dimana orang yang mengembannya akan semakin dekat dengan Allah dan ibadahnya pun semakin ihsan apapun konteks ibadahnya. Maka surga menjadi pahala bagi mereka yang mengamalkan ilmunya dan melandaskan amal pada ilmunya.

6. tidaklah suatu kaum (kelompok) berkumpul di salah satu rumah Allah sembari membaca Kitabullah dan mengkajinya di antara sesama mereka melainkan ketenangan akan turun di tengah mereka, rahmat meliputi mereka dan malaikat mengelilingi mereka serta Allah akan menyebut mereka di sisi para malaikat.
Sudah pernah dibahas ya di artikel sebelum-sebelumnya. Memang begitulah. Imannya seorang mukmin akan semakin bertambah setelah berinteraksi dengan iman mukmin lainnya. Ketika bertemu, yang mereka lakukan adalah meningkatkan iman dengan membaca dan mengkaji al-Quran dan yang mereka rasakan adalah ketenangan, rahmat, dan terkenal di majelis langit.

7. Siapa saja yang menjadi lamban karena amalnya (sehingga amal shalihnya menjadi kurang), maka tidak cukup baginya hanya (bermodalkan) nasab.
Nasab atau keturunan takkan menjadi penolong. Bahkan seorang ayah yang bertaqwa tak mewariskan ketaqwaannya kepada anaknya jika sang anak tak mengikuti jejaknya. Begitupun sebaliknya, seorang anak bertaqwa mungkin saja memiliki orang tua yang durhaka, pendosa, dan ahli maksiyat. Tak ada artinya nasab jika tak ada peran amal. Maka, beruntunglah mereka yang bersegera dalam menyambut panggilan amal.

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (Q.S. Ath-Thur:21)


Mari memperluas manfaat kita!
(^o^)/

Tentang Rosyidah Kh. N.

annisa biasa2 yang bercita2 menjadi luar biasa, khususnya di kehidupan setelah kematian kelak: aamiiiiiiiiiin

Posted on Juli 19, 2011, in dll deh. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.