Arsip Bulanan: Juli 2011
Wasiat Ramadhan Rasulullah
Ada yang tahu derajat hadits ini? Hmmm, kontennya bener2 kena^^
‘Ali bin Abi Thalib r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda menjelang Ramadhan:
“Wahai sekalian manusia! Sungguh telah datang kepada kalian Bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan ampunan. Bulan yang paling mulia di Sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.
Inilah bulan ketika Anda diundang menjadi Tamu Allah dan Dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ‘ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci, agar Allah Membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat Ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di Hari Kiamat. Bersedekahlah kepada kaum faqir dan miskin. Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jagalah lidahmu, tahanlah pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan juga pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anakmu yang yatim.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu, karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Memandang Hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia Menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, Menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan Mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan Istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah Ta’ala Bersumpah dengan segala Kemahabesaran-Nya, bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di Hadapan Rabbal-‘Alamin.
Wahai sekalian manusia! Barangsiapa di antaramu memberi makanan berbuka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di Sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia Diberi Ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.
(Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian?” Rasulullah lalu meneruskan:) Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma, jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.
Wahai sekalian manusia! Barangsiapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Shirathal-Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan Meringankan Pemeriksaan-Nya di Hari Kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan Menahan Murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan Memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahim) di bulan ini, Allah akan Menghubungkan dia dengan Rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan Memutuskan Rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunnah di bulan ini, Allah akan Menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu, baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 kali shalat fardhu pada bulan-bulan yang lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan Memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan (kebaikannya) meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga Dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabb-mu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
(‘Ali bin Abi Thalib r.a. berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah, ‘amal apa yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi:) Ya Abal-Hasan! ‘Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang Diharamkan Allah.”
–
Ditulis ulang oleh Ahmad Setiawan TL06 pada sebuah milis;
dikutip dari Majalah “Hidayah” Tahun 10 Edisi 120;
sumber: “Puasa Bersama Rasulullah” oleh Ibnu Muhammad, Penerbit al-Bayyan
Rabbi, sua denganMu…
Nazhar. Melihat. Nikmat itulah yang sering mereka singgung dalam doa dan tangisnya. Kapankah rindu tertunai? Kapankah sua dapat terwujud? Kapankah puncak kebahagiaan di surga itu bisa dapatkan?
Nazhar. Melihat. Demi mendapatkan nikmat inilah, para syuhada menjual darah dan nyawanya. Demi mendapatkan nikmat inilah, para penderma menjual harta dan kekayaannya. Demi mendapatkan nikmat inilah, para penguasa menjual tahta dan kedudukannya. Menjualnya? Menjual kepada siapa? Kepada Pemilik sebenarnya sebab yang mereka punya adalah semata titipanNya.
Nazhar. Melihat. Para mata yang diberi nikmat adalah mata yang terjaga di jalanNya. Para mata yang diberi nikmat adalah mata yang menikmati ayat-ayat cintaNya. Para mata yang diberi nikmat adalah mata yang menangisi dosa. Para mata yang diberi nikmat adalah mata yang takut kepada azab Rabbnya. Para mata yang diberi nikmat adalah yang memalingkannya dari dosa.
Nazhar. Melihat. Apa yang dilihat? DIA: Cahaya di atas cahaya! Dzat yang cahayaNya saja membuat gunung bersujud di hadapan Musa. Dzat yang memiliki segala keindahan dan kedamaian yang didambakan pengincar kebahagiaan yang kekal. Dzat yang selalu dalam kesibukan, tak pernah berhenti mengawasi semua ciptaanNya, dan tak pernah luput terhadap segala sesuatu meski itu hanya sebersit suara yang tersembunyi dalam lubuk hati.
Nazhar. Melihat, melihatNya…
Akankah ada sua itu untukku, Rabbi? Sua denganMu, Wahai Muara segala kegundahan dan kegelisahan… Wahai Pemilik semua keindahan dan keterpujian… akankah ada?
–
Sebuah curhat sebelum hari itu tiba…
Alangkah rugi orang yang tak bisa merindukan sua ini,
Alangkah tak tergambar kebahagiaan mereka yang menatapNya tanpa hijab
Benang Merah itu Berjudul: IMAN
Entah masih adakah hutang tulisan yang harus kutunaikan, baik secara pribadi melalui email, private message, dan sms, maupun secara rame2 di blog, forum, maupun milis. Oci mohon maaf sebesar-besarnya kalau itu sempat terlupakan atau memang benar-benar terlupakan sama sekali! Seingetku ini tulisan terakhir yang oci janjikan di BLOG. Berikutnya ga akan menerima request apapun dulu lagi, mohon dmaklumi u____u. Kalaupun harus menulis, yang kutulis haruslah karena keutamaan Ramadhan di sisiNya.
–
Akpro kita dedikasikan untuk iman bahwa memberi manfaat luas untuk ummat di dunia itu artinya adalah memberi manfaat mendalam untuk diri kita di akhirat. Cinta hakiki merupakan jiwa iman: cinta kepada Allah-RasulNya-berjuang di jalanNya. Da’wah termasuk aktivitas kampus di dalamnya merupakan salah satu wujud amal dari iman. Catatan demi catatan adalah potret iman ketika sehat dan sakit.
Islam yang melengkapi iman di medan amal telah mengatur seluruh kehidupan di dunia ini: ipoleksosobudhankam, dkk. Islam yang landasannya al-Quran dan as-Sunnah telah menjadi agama final yang sempurna. Episode-episode pra-proses-pasca nikah juga bagian dari iman yang diatur dalam Islam sesuai fitrah.
Semua implikasi dan aplikasi iman di berbagai kategori tulisan di blog ini hanya sebagian dari dalamnya makna iman. Iman merupakan sisi spiritual manusia yang menggerakkan. Keyakinan, kata sederhana yang mewakili iman. Meski belum pada derajat ‘ainul yaqin (keyakinan karena telah terindra oleh mata), keyakinan itu benar-benar didasarkan pada ilmu dan rasa sehingga tak mengenal keraguan. Ya, tak mengenal keraguan bahwa jalan menggenggam bara api inilah (Islam) jalan yang kita pilih dengan semua konsekuensinya! Sudah sestabil itukah iman kita??
Tentang apa itu iman sudah pernah kita bahas. Dimensi iman yang tiga, bahkan tentang iman yang menembus batas indrawi pun telah ditulis before. Semoga menjadi gambaran lebih jelas tentang apa itu iman. Iman itu jawaban (fikriyah), iman itu emosi (ruhiyah), dan iman itu mewujud amal baik (jasadiyah).
Andai iman bisa dijual beli, maka orang yang benar-benar telah menemukannya takkan mau menjualnya meskipun harus merelakan nyawa.
–
Klo ada yang inget utang oci yang laen, mohon diingatkan >.<
[menjelang H-2] Ya Rabbi, ballighnaa Ramadhan…
Shalat Istikharah
Shalat istikharah dilakukan dalam rangka ingin menjawab kebingungan tentang sebuah pilihan dalam hidup. Jadi, sebenarnya bukan hanya dalam persoalan jodoh saja kita melakukan shalat istikharah, tapi semua hal dalam hidup ini boleh-boleh saja. Ada seorang sahabat Rasulullah yang bahkan hanya untuk menjahit alas kaki yang rusak saja melakukan istikharah.
Gimana caranya shalat istikharah?
Shalat sunnah 2 raka’at seperti biasa (surat pendek aja abis al-fatihah: al-kafirun dan al-ikhlas), abis itu baca doanya (ochie mpe apal coz diulang2 mpe berapa kali). Waktunya bisa kapan aja, kecuali di waktu2 haramnya shalat. Doanya dimulai dari menetralkan semua perasaan dan memasrahkan semua urusan kepadaNya.
Gimana doanya istikharah?
Ini nih doanya:
Allahumma inni astakhiruka bi’ilmika wa astaqdiruka bi qudratika wa asaluka min fadhlikal ‘azhim… fa innaka taqdiru wa la aqdir wa ta’lamu wa la a’lam wa anta ‘allamul ghuyub… Allahumma, in kunta ta’lamu anna hadzal amr khoirulli fi dini wa ma’asyi wa ‘aqibati amri (au qola ‘ajili amri wa ajilihi), faqdurhuli wa yassirhuli tsumma barikli fih… wa in kunta ta’lamu anna hadzal amr syarrulli fi dini wa ma’asyi wa ‘aqibati amri (au qola ‘ajili amri wa ajilihi) fasrifhu ‘anni wasrifni ‘anhu waqdurlil khoiro haitsu kana tsumma ardhini bih.
artinya: ya Allah, sungguh kumohon kepadaMu dengan ilmuMu dan keputusan (takdir) dengan keputusanMu dan memohon kepadaMu keutamaan yang agung… karena sesungguhnya Kau menguasakan putusan sedangkan kami tidak dan Kau tahu sedangkan kami tidak dan Kau mengetahui semua hal yang ghaib… ya Allah, jika Kau tahu urusan ini kebaikan bagi agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku (atau dikatakan awal dan akir urusanku), putuskanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berkahilah aku dengannya… dan jika jika Kau tahu urusan ini keburukan bagi agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku (atau dikatakan awal dan akir urusanku), jauhkan ia dariku dan jauhkan aku darinya dan putuskan kebaikan untukku dimana saja aku berada kemudian buatlah aku ridha dengannya.
Kapan sebaiknya dilakukan shalat istikharah?
Bisa kapan aja, bahkan ada ulama yang mengatakan jika sangat mendesak bisa saja dilakukan pada waktu haramnya shalat (tapi sebaiknya dihindari aja c). Sebaiknya lagi dilakukan pada waktu mustajabnya doa, misal 1/3 malam atau abis shalat fardhu.
Apa jawaban dari istikharah kita?
Ada yang bilang jawabannya adalah mimpi yang Allah ilhamkan. Makanya, para tetua kita banyak menyarankan melakukannya sebelum tidur. Sebenernya ga mesti mimpi si, tapi beberapa orang memang dikaruniakan ini dikarenakan beberapa faktor. Misalnya, cerita istikharahnya T Novi IF04 saat kelas 3 SMA hendak memilih jurusan, beliau bermimpi dibawa sebuah truk yang di dalamnya ada tulisan “Informatika”. Atau ceritanya kakak iparku Teh Muth saat dikenalkan dengan kakakku A Imam, sedangkan ada calon lainnya, beliau bermimpi diajak naik kendaraan oleh mertuanya alias ummiku.
Lantas kalau bukan dari mimpi gimana donk?
Jawaban itu bisa dari sekedar kecenderungan hati begitu saja usai shalat, bisa dari hal-hal unik yang terjadi. Misalnya, Lina FT06 saat mempertanyakan benarkah Surya TI05 itu jodohnya? Lina sering diperdengarkan oleh Allah kebaikan2 suaminya itu dari lisan orang di sekitarnya. Atau fulanah saat mempertanyakan benarkah fulanah sudah siap dan butuh menikah atau hanya sekedar ingin? Seharian itu fulanah dihadapkan dengan pernyataan tentang nikah: saat menyetel radio atau TV topiknya langsung itu, materi pengajian topiknya tentang itu, obrolan ibu-ibu di angkot topiknya nikah mulu, bahkan baca al-Quran juga pas “hanca” itu juga… hmmm sepertinya dia emank udah harus nikah
Haruskah hasil istikharah diikuti?
Pertanyaannya aneh banget ya? Tapi beneran pernah ada yang nanya ini ke diriku. Ngapain istikharah klo ga diikuti? JawabanNya pasti yang terbaik, maka kenapa kita ga mengikutinya? Harusnya c klo emank itu istikharah dengan meng-0-kan perasaan, hasilnya pasti menentramkan. Percaya aja kepadaNya klo itu yang terbaik, insya Allah serba dimudahkan, tapi klo bukan, insya Allah akan dimudahkan di episode berikutnya.
Any Questions?
Qana’ah Dzatiyah
Qana’ah dzatiyah? Paan tuh? Sejenis makanan, kah? Ups, ktauan lapernya jam-jam segini :p
Qana’ah dzatiyah atau ada juga yang mengatakan qana’ah fardhiyah merupakan salah satu poin yang terpenting dalam ta’aruf*. Singkatnya dalam bahasa Indonesia adalah kriteria pasangan ideal (menurut pribadi masing2). Nah, bahasan kita kali ini sebenarnya terkait janji ochie tentang membahas maksud “1 kafa’ah” atau “sekufu” dalam artikel lain pada kategori yang sama, yaitu seri munakahat.
Setiap orang berhak menentukan sendiri apa kriteria yang ia harapkan pada diri pasangan. Apakah ia ingin yang kaya raya, rupawan, berpendidikan dan atau berkedudukan tinggi, dll? Akan tetapi, ada yang Rasulullah sarankan untuk memprioritaskan satu kriteria di atas kriteria lainnya.
“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor, yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi” (HR Bukhari dan Muslim)
Tidak salah pula berharap 1 paket faktor utama itu ada pada 1 orang, tetapi bercerminlah kepada diri kita apakah kita manusia sempurna sehingga mengharapkan pasangan yang tanpa cacat cela?? Maka, turunkanlah standard kriteria menjadi terprioritas: sholeh harus menjadi yang pertama, tetapi yang lainnya??
1. rupawan
kriteria ini sangat relatif dari seorang bagi seorang lain. yang terpenting adalah yang menyenangkan hati jika melihatnya… dan menurutku pribadi cukuplah ia yang murah senyum dan lisannya terjaga dapat dikategorikan rupawan; sepakat?
2. kaya
kriteria ini juga sama relatifnya. yang sebaiknya kita pilih adalah kekayaan yang tak pernah habis meski dibagi-bagi. apa coba itu? yup, harta itu bernama ilmu^^! harta itu akan habis, sedangkan ilmu yang mendukung kekayaan di dunia dan akhirat takkan pernah habis; sepakat?
3. kedudukan
kriteria ini dapat juga disandarkan pada nasabnya, tetapi ia sama lemahnya dengan kriteria lain karena sifatnya yang fana. maka, pilihlah pasangan yang potensi kedudukannya di sisi Allah sangat besar sehingga kedudukan itu akan kekal di surgaNya kelak; sepakat?
Lantas, bagaimana cara mendapatkan dia dengan kriteria yang kita harapkan?
Jawabannya adalah dengan terus-menerus melakukan perbaikan diri agar kita layak untuknya. Sebab sekufu itu adalah keniscayaan dan janjiNya: …wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)… (QS An Nur:26)
Sama baiknya atau sekufu dalam konteks ini bukan berarti kita sama dalam segalanya. Atuh ga seru klo gitu mah! Sebab perbedaan dalam pernikahan itu bumbu yang menghidupkan bahtera (weh, istilahnya). Akan tetapi, menurut seorang ustadzah yang mengisi SPN** di Salman, sekufu itu bermakna poin kebaikan kita = poin kebaikan pasangan (meski di tempat yang berbeda). Pernikahan pun menjadi momen akselerasi perbaikan ketika kelebihan dan kekurangan satu dengan lainnya saling menyempurnakan.
Ketika kita merasa pasangan kita tak layak untuk kita, coba lihat lebih dekat jangan2 yang salah adalah pada diri kita. Atau mungkin saja ada potensi kebaikannya yang belum tereksplorasi sehingga itu peluang kita untuk meng-upgrade dirinya. Dengan meng-upgrade dirinya, kita pun sebenarnya secara tak langsung meng-upgrade diri kita. Intinya: kadang kriteria harapan itu bukan input pernikahan, melainkan output pernikahan.
Eiss, meleber! Si ochie susa fokus ni…
Di atas semua kriteria yang diharapkan, balik lagi: jangan lupakan prioritas agama bernama taqwa! Sebab inilah kunci kebahagiaan dan kesuksesan dunia akhirat. Pasangan yang bertaqwa merupakan karunia terindah yang akan mendirikan surga di dunia dan mengekalkannya di akhirat.
Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Al Hasan Al Bashriy rohimahullah dan berkata kepada beliau, “Sesungguhnya aku punya seorang putri yang kucintai dan banyak orang ingin melamarnya, maka apakah saranmu kepadaku wahai Al Hasan Al Bashriy ?” Al Hasan Al Bashriy mengatakan, “Nikahkanlah ia dengan laki-laki yang takut kepada Allah karena jika ia mencintai anakmu maka ia akan memuliakannya dan jika ia tidak menyukainya maka ia tidak akan mendzoliminya”.
Ket:
*ta’aruf: perkenalan antara seorang akhi dan seorang ukht dalam rangka menuju jenjang pernikahan
**SPN: Sekolah Pra Nikah
–
sering2 pake istilah bahasa Arab bukan berarti arabisme, ya. sama aja kaya temen2 yang suka pake campur bahasa Inggris. soalnya bahasa Internasionalnya orang2 mukmin adalah bahasa Arab (bahasa al-Quran) jadi sambil belajar dikit2 qta bareng2…