Memoar di ITB
Telah kutulis semuanya sebagai Yandi di sana… hmmm, Yan (tokoh fiksiku), aku dalam posisimu sekarang; masih ragu untuk memilih salah satu jalan karena terbentur banyak kepentingan… semoga ngampusku selama hampir 5 tahun ini tak sia-sia pasca kampus ini.
Tulisan yang mana, ya? Yang ini nih versi flash fict-nya (pernah kutulis di blogspot dan di myQuran:
===========================================
Campuz, I’m in love
Inilah dunia kampus, sebuah miniatur kehidupan nyata dan perjuangan yang beragam warna. Ada medan yang memerlukan kelembutan dan kepekaan rasa, ada medan yang membutuhkan sikap tegas dan tak pandang bulu, ada medan yang mengharuskan banyak peluh dan air mata terkorban.
Inilah dunia kampus, sepenggal alur yang begitu indah. Bermula dari ilmu dan pemahaman kemudian berbentuk sebuah keyakinan, menjelma pergerakan yang lembut tapi progresif. Berapa banyak catatan baik yang kecil maupun besar ditorehkan para pelakunya dalam sejarah kemahasiswaan.
Inilah dunia kampus, setetes cinta yang begitu samudera. Gelombang pergerakan yang tak henti membesar dan siap menelan kezaliman pemimpin baik di hisab pengadilan maupun mizan di hadapanNya. Gulungan ombak yang tak berhenti menyuarakan pembelaan untuk rakyat kecil.
Inilah dunia kampus, sekedar catatan kecil yang menjadi pembuka. Jalan apa yang akan kita tempuh selanjutnya?? Sektor publik, sektor privat, dan sektor NGO. Porsi sebesar apa dan ukiran yang bagaimana yang akan kita hujamkan sebuah catatan berikutnya yang menjadi pilihan dari hati.
Inilah kampusku dan aku harus mengakhirinya, bagaimanapun aku mencintainya. Roda waktu tak pernah berhenti berputar. sedangkan pintu-pintu lain menungguku selepas kudapatkan gelar sarjana. Kupandangi gedung ini untuk terakhir kalinya dengan toga di tangan. Aku akan kembali ke daerahku mulai esok, tapi perjuangan ini takkan pernah berhenti. Justru inilah permulaan kujemput syahidku. Aku memang belajar tentang kehidupan di sini, tapi setelah inilah kehidupan yang sesungguhnya. Syukur kupanjatkan karena Allah telah mengenalkanku jalan keimanan dan mencintainya sepenuh jiwa.
“Yan,” panggil kakakku yang sudah menungguku selesai mengobrol dengan sahabat-sahabatku tentang rencana pasca lulus, “foto sini!”
Kusambut panggilannya dengan segera setelah pamit sejenak dari forum obrolan. Sahabat-sahabatku sudah yakin dengan pilihan mereka: menjadi pengusaha, menjadi karyawan, melamar PNS, menjadi dosen, ikut riset pemerintah, dan banyak lagi. Aku hanya bisa mendoakan mereka agar mereka bisa mencapai cita-cita mereka tanpa melupakan parameter iman kepada nilai ukhrawi yang pernah kita kenal bersama.
“Yakinkanku bahwa kamu akan tetap istiqamah di jalan ini!” ucap Ikhsan.
Dengan senyum aku menangis tanpa air mata. Diam-diam aku berdoa agar kami semua yang memulai segalanya di sini kembali bertemu di jannahNya, sebagai pertemuan terakhir. Rabb, perkenankanlah harapanku untuk sua yang terindah dariMu, amin.
=====================================
Ini sebenarnya curhatan geje yang mungkin bisa memulai topik campuzz yang harusnya udah basi bagi ochie sendiri. Ya gapapa, semuanya bisa jadi dimulai dari akhir. Catatan-catatan di kategori ini bisa jadi kenang2an klo dibaca kelak; semoga bisa jadi penyemangat dan refleksi juga buat para aktivis kampus di manapun…
Unit kegiatan dimana ochie pernah daftar (daftar only, beneran ga dijalanin lagi berikut2nya): KSR (korps suka rela) dan Kokesma (koperasi kesejahteraan mahasiswa). Kegiatan dimana ochie pernah aktif, tapi Cuma 1 semester: kompromi (komunitas keprofesian muslim) dan KM EO (kabinet mahasiswa, event organizer). Yang pernah agak lama dan sempat mengurus: Mata’, Gamais, MSTEI, Muslif, HMIF. Yang ga pernah pensiun: mentor (Cuma gonta-ganti mentee). Yang paling disukai: Media GoG TPB (paling aman damai, tapi kerjanya pun hobi: menulis). Yang disambi selain aktivitas kampus: bantu2 DS, kreativitas akhwat myQ, ngajar mandiri.
Mata kuliah yang paling nyeremin: fisdas, PRE, dkk. Mata kuliah yang paling disukai: AEI, Sastra, Kewirus. Mata kuliah IF? Relatiflah, yang paling disukai: Intelegensia Buatan (meski nilainya ga bagus). Dosen favorit: ibu legenda (masi bu Inge, hehe), pak miftah (dosen AEI). Yang paling ga disukai: praktikum (haha, jarang banget bisa jalanin prog.exe dengan benar). Yang paling berkesan: ketulusan seorang teman saat nubes, jualan sebulan dapet laba bersih 500ribuan. Yang paling susah masuk logika: i = i + 1; (wkwkwk ;D). Merasa terjebak masuk Informatika, mau mundur tapi ga ada yang dukung, akhirnya mencoba menikmatinya.
Hal yang paling menarik di kampus: gedung2nya yang unik, psikologi mahasiswa S1. Hal yang paling dibenci di kampus: anjing yang keliaran palagi ngedeketin, signal hotspot klo gi putnyam >.< Makanan dan minuman favorit: apapun yang di Salman (paling murah c :p). Terkenal sebagai ahli nagih data mentoring selama 3 semester di Gamais. Anti diajak karokean (karena suaranya terlalu bagus, wihiiii). Sering emte, tapi suka ga nyadar (awalnya). Punya masa-masa tertentu melihat fenomena di kampus (amat sangat peka-peka-ga peka-luar biasa ga peka).
Komentator unik orang2 selama ochie jadi mahasiswa: jalannya cepet (g nyadar sejak kpan), jalannya aneh (emank dari dulu c ini mah), ga nyadar bodi (suka bawa lepi yg katanya lebih gede ukurannya dariku), aneh klo ga nenteng sesuatu (lupa -___- bawa apa aja emank?), ga pernah beli buku kuliah (klo ga minjem, potokopi sndiri c), anak farmasi (salah satu komen terbanyak; hwaaa terharu! berarti ochie masi keliatan feminim), penghuni labdas (sbelum punya lepi tingkat 3), emte (bukan hanya karena masuk pm, haha), misterius (jarang bilang2 ini-itu, tapi sekarang udah lumayan sisi xtrovertnya; bersyukurlah jadi myQers).
Yah, itu hanya skelumit memoar dari sekian banyak yang tercecer (halagh bahasanya). Buat pejuang yg masi ngampus, (^o^)/ keep spirit high!
Posted on Juni 22, 2011, in campuzz. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.
Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)