Struktur Al-Kitab (by The Gideons) dan Al-Quran (by The Only One)

Mencoba menelisik sedikit struktur kedua isi kitab. Kebetulan ada temen my father yang muallaf dan ngasi ni al-Kitab (jadul banget c: tahun 1978). Kepala senut2 juga baca kitab asing berbahasa Indo ejaan lama ini. Lagian, qrain nama2 nabi itu sama banget atau paling beda2 dikit kaya ibrahim jadi abraham, tapi ternyata ngga juga. Baru baca dikit sih dari referensi temen, tapi ntar yang bisa diperbandingkan dengan al-Quran akan sedikit dibahas, tapi ga akan banyak-banyak. Ga usah panjang lebar, yok kita lihat gimana isinya, chie! Woho baiklah (bisi ada yang ga sabar). Sebelumnya, mohon maaf untuk teman2ku yang Kristen (ternyata beda ya dengan Nasrani?), karena kurang lengkap jabarannya: mangga ditambahkan atau bahkan disanggah klo salah. Teman2 yang muslim yang lebih tahu, tolong CMIIW ya… ini karena kbodohan ochie sebagai pelajar baru.

Al-Kitab
Terdiri dari Perjanjian Lama (kitab sebelum Injil) dan Perjanjian Baru (pasca Injil turun). Perjanjian Lama berisi kitab Musa (kejadian, keluaran, imamat orang lewi, bilangan, dan ulangan), kitab jusak, hakim-hakim, …dst dan kitab nabi-nabi sebelumnya (Jermia? Jehezkiel? Daniel? sekilas dibaca nama “bab” kitab nabi: yang bener2 sama dengan nama Nabi dalam al-Quran adalah Yunus dan Zakariya).

Sementara itu Perjanjian Baru berisi Kitab Injil karangan Matius, Markus, Lukas, Yahya (masing-masing memiliki jumlah fasal dan ayat berbeda). Injil ini hampir semua ditulis sepeninggal Isa, bahkan Yahya (bukan nabi Yahya, maksudnya Yahya yang menulis salah satu Injil) tidak pernah bertemu langsung dengan Isa. Bahasa asalnya adalah bahasa bani Israil (serumpun dengan Yahudi: Ibrani), tetapi kitab Injil yang ada di zaman Isa hidup entah bagaimana nasibnya sekarang.

Ada pula sebenarnya Injil lain, tetapi dibatalkan (tidak dirumuskan dalam al-Kitab), yaitu: Injil Petrus, Injil Kopty (Evangely Aegipstisch), Ibrani (Hebrew), dan Barnaba. Chie belom liat yang dibatalkan ini. Kata sebuah buku Perbandingan Agama yang pernah chie baca, isi kitab2 yang dibatalkan ini lebih mentauhidkan Allah daripada menggaungkan konsep trinitas. Apa di dalamnya juga ada pengakuan nabi terakhir bernama Ahmad?

Isi dari Injil yang dicantumkan dalam al-Kitab secara keseluruhan sama menceritakan kehidupan Isa. Injil-injil ini ditulis pada tahun 65-100 M (jauhlah ya dari 0 M: kelahiran Isa). Isi dari ketiga Injil –selain Yahya– ini cukup senada, tetapi banyak juga perbedaannya. Injil Yahya lebih banyak mengkultuskan Isa sebagai Tuhan. Setelah Injil yang empat ini, Perjanjian Baru dilanjut kisah Rasul-rasul, dan surat-surat kiriman Paulus. Generally cara penyusunan dari al-Kitab ini adalah berdasarkan waktu historis.

Al-Quran
Terdiri dari 30 juz dan 114 surat berbahasa Arab, turun berangsur-angsur selama 22 tahun lebih. Mengapa dalam bahasa Arab? Karena bahasa Arab merupakan bahasa yang paling kaya (ga percaya? coba deh belajar bahasa Arab dikiiiiiit aja dan rasakan satu kata bisa berubah bentuk super banyak). Bahasa Arab terpilih menjadi bahas perantara seorang Khaliq dan makhluq. Allah sendiri menjawab dalam Q.S. az-Zukhruf:43, “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).” Para penyair di negeri aslinya pun mengakui bahwa bahasa al-Quran itu indah, seringkali ritmik, dan istilah qta mah nyastra… tapi tak sekedar nyastra, bobotnya pun lebat.

Ayat yang pertama turun adalah al-’Alaq:1-5 (perintah tentang “membaca”, terkait ilmu dan pemahaman), tapi ga disimpan di awal. Yang disimpan di awal adalah al-Fatihah:1-7 (induk al-Quran: antara kewajiban dan hak sebagai seorang hamba Allah). Ayat yang terakhir turun adalah al-Maidah:3 (telah sempurnanya Islam sebagai din/agama yang mengatur semua urusan) juga ga disimpen di akhir. Yang disimpan di akhir adalah an-Naas:1-6 (doa agar dilindungi dari kejahatan syaithan). Penyusunan al-Quran dengan urutan seperti yang dipegang oleh ummat muslim didasarkan pada bagaimana Rasulullah membacanya pada saat Ramadhan terakhir sebelum ajal beliau (disimak oleh Jibril; diwahyukan agar urutannya demikian). Para penghapal dan penulis al-Quran mulai mengumpulkannya menjadi satu kitab pada masa Khalifah pertama (speninggal Rasulullah): Abu Bakar ash-Shidiq.

Tidak setiap surat turun secara sekaligus, bahkan ada yang hanya berupa penggalan ayat. Ayat al-Quran turun sesuai dengan kasus yang terjadi di zaman Rasulullah (asbabun Nuzul). Di dalamnya berisi konsep aqidah, akhlaq, ibadah, jihad, muamalah, sejarah, bahkan ilmu pengetahuan (misal tentang perkembangan janin, astronomi, makanan-minuman, dll). Adapun sirah Nabawy (sejarah hidup Muhammad) tidak tertulis dalam al-Quran, melainkan hasil kajian dari hadits yang ditelusuri ulama-ulama sejak dulu.

to be continued (Taurat dan Talmud blom dilirik)

About Rosyidah Kh. N.

annisa biasa2 yang bercita2 menjadi luar biasa, khususnya di kehidupan setelah kematian kelak: aamiiiiiiiiiin

Posted on Oktober 6, 2010, in Isagala. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. ditunggu bahasan selanjutnya ^_^
    kalo mau alkitab yang terjemahan baru bisa minta saya aja, chie :)

    • minta, k? pinjem kali, ya? bole2, laen kali klo qta ktemu and k petra bawa, kasi pinjem daku, ya… (bener2 ga kuat baca yg lama inih)

  2. Banyaknya yang mengarang kitab akan memperbesar probabilitas ketidakaslian/manipulasi/karangan dari sumber aslinya.

    Bedanya dengan Al-Qur’an, selain Alloh telah menjanjikan akan kemurniaannya sampai kapan pun, penjagaannya jg dilakukan oleh beberapa orang yang menghafalnya. Makanya disebut Al-Hafiz, penjaga. Maka misalkan kita ambil 2 orang penghafal Al-Qur’an dari 2 daerah yang sangat jauh berbeda lokasinya, lalu 2 orang itu beda umurnya juga jauh berbeda, akan dapat dipastikan isi Al-Qur’an yang disampaikannya adalah sama. Mungkin agak sulit membuktikannya, tp secara sederhana bisa kita lakukan dengan menggunakan youtube. Beberapa orang melafalkan surat yang sama, ayat yang sama, isinya pun sama. Apa yang terjadi jika percobaan yang sama dilakukan pada pemegang kitab lainnya?
    . . .

    • Alkitab tahun 1978 sama th sekarang pasti beda banget. waktu aku baca tahun 2002 sama 2009 jg dah ada perbedaan di ayatnya, gimana kalo tahun 2050 ya??? mungkin 10 perintah dari Tuhan sdh ga ada lg kali ya….

      Apalagi perjanjian baru, isinya cepat sekali berubahnya

      Trus masih pantaskah disebut kitab suci?????

    • @k ade
      yup
      meski ada 7 riwayat pembacaan (bisa dibilang sejenis “logat” kabilah/suku di Arab), tapi secara tertulis tetep sama karena bersumber dari kitab asli yang sama (yang dikumpul pada pemerintahan Abu Bakar dan dibukukan pada pemerintahan Utsman bin Affan)

      @mba yunie
      ochie baru baca (baru 1-2 ayat) yang versi jadul itu. please share to us dimana dan gimana bedanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: