Oleh: chie135 | Februari 27, 2009

Muslimah… (bukan judul sinetron yang tidak kusukai)

Kalau kamu beli buku, kamu mau yang masih dikasi sampul plastiknya dan disimpan di rak atau yang terbuka, berdebu, dipajang di etalase? Buku yang terpelihara, dikasi sampul, masi bersih and ga berdebu, halamannya ga lecek, dsb.

Menurutku itulah alasan Islam begitu ketat memelihara seorang muslimah. Selain karena ia memang seperti sebening gelas kaca, begitu indah, tapi mudah pecah, Islam membuatnya seperti buku tadi itu. Dengan itu, terpeliharalah fitrahnya dan ia begitu diinginkan oleh pembeli buku yang benar-benar mencintai buku meskipun yang di rak bisa jadi lebih mahal.

Setelah baca blognya T Agtri, ci kembali iri kepada teman2 muslimah tertentu yang lebih lebih Allah pelihara. Ci juga ingin seperti mereka yang sangat sangat menjaga interaksi. Ci ingin menjadi muslimah yang istimewa!

Setegar ‘Asyiyah saat nyawa di kerongkongannya dan ia tetap memilih iman sekalipun Fir’aun suaminya menyiksanya. Sesetia Khadijah saat tiada seorang pun yang menjadi sandaran Rasulullah, ia tetap di sana. Selembut Fatimah yang begitu ta’at kepada ayah dan tidak banyak menuntut serta penuh cinta kepada suaminya. Sesabar Maryam saat ia dituduh berzina oleh kaumNya padahal Allah menunjukkan kebesaranNya melalui dirinya…

Subhanallah…

Seteguh Zainab saat ia diminta mengaku kesalahan yang tidak dilakukannya dengan beragam siksa lahir dan batin (dari buku perjuangan wanita Ikhwanul Muslimin)…

Rabb, akankah Kau perkenankan kami bersanding dengan mereka, wanita-wanita tangguh, di sisiMu?


Tanggapan

  1. Memang rekan-rekan di sekeliling kita bisa menjadi motivasi tersendiri bagi kita,.

  2. ^ iya, alhamdulillah, k…
    alhamdulillah…

  3. semangat teh oci…

    • waduh, fiq, berkunjung pula??
      makasi makasi… mohon doanya, ya!

      semangat juga, yo! ati2 jangan terlalu sibuk dimana2 (belajar ngomong ngga), ntar keteteran lho…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori