“udah candu, ci, ga bisa berhenti…”
BOHONG!
Buktinya banyak yang bisa berhenti, termasuk ayahku. Abi adalah perokok berat (bisa tiga bungkus sehari) sebelum menikah dengan ummi meski dia selagi di kampung (mpe sma) mengaji segala macam.
Berhenti merokok perlu kemauan yang keras dan motivasi yang besar. Abi sendiri mendapatkan motivasi itu karena cinta. Bayangkan aja, frens yang ngerokok, kau keluarkan berapa duit buat rokok yang padahal bisa mencukupi kebutuhan keluarga? sebagai balasan, kau sebarkan berapa banyak racun untuk dihisap orang yang kau cinta?
karena itu, plis, berhentilah merokok! tahan sekuat tenaga dan yakinkan dirimu bahwa kau bisa! AKU BISA BERHENTI MEROKOK!
nah, buat temen2 putri, sebagai himbauan, coret aja cowok2 yang ngerokok dari kamus cowok keren! say ma mereka, “LO TUH PARAH, YA”
==
catatan lama di SMA (hehe, nostalgia survey rokok di kelas dulu…)
tapi chi, daku dulu melihat banyak orang merokok jadi pengin jadi pemilik perusahaan rokok yang tak merokok
Oleh: nass on Februari 23, 2009
at 10:37 am
Ini memang masalah niat dan kesungguhan, bukan sekedar logika semata,.
Oleh: dwinanto on Februari 23, 2009
at 1:09 pm
@nass
waduh, mbingung awak…
konon, emang kenyataannya c, klo si perusahaan rokok tuh emang untung gede banget. jadi ci paham kenapa inas sempat kepikiran, tapi itu kan dulu, ya?
@dwinanto
yup! concat aja, pak, gimana?
setahu ci ada tuh seseorang yang menahan marahnya dengan logika… “apa untungnya saya marah? apa akan ada yang berubah?” –> “apa untungnya saya merokok / berhenti merokok? apa akan ada yang saya dapat setelah berhentI atau jika terus?”
(yang terakhir ini buat para cowok yg logikanya lebih jalan daripada perasaannya)
Oleh: chie135 on Februari 24, 2009
at 4:20 am
aduuuuuuh piye iki,aq jadi bingung dech ngadepin para “kuli tembakau”neh yang punya sejuta argumen ttg isapan rokok yang dah jadi bagian kebutuhan hidup mereka,ya katanya seh g’ bisa hidup tanpa rokok,eleh mau cari pembenaran ya………..
Oleh: yieni f.ma'ruf on Maret 12, 2009
at 9:59 am
iya, betul, sebenarnya mereka harus punya motifasi dan kemauan kuat buat ngedobrak alasan2 mereka yang sebenarnya pembenaran doang
Oleh: chie135 on Maret 15, 2009
at 1:20 pm