Oleh: chie135 | Februari 16, 2009

Muhasabah Cinta

Judul artikel ini sama dengan judul soundtrack film terbarunya Pa Habiburrahman yang diangkat dari novel “Ketika Cinta Bertasbih” setelah “Ayat-ayat Cinta” yang dinyanyikan EdCoustic in cukup membuat suasana hati jadi mellow.

satu bait di bagian Reff: “Kata-kata cinta terucap indah mengalir berdzikr di kidung do’aku… Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku…”

Bagi oci pribadi, tokoh yang muncul di skenario yang paling berkesan adalah yang ini (lebih daripada tokoh yang paling utama). Konflik batin setelah mengetahui bahwa dia terkena AIDS itu soalnya lumayan persis dengan tokoh utama yang pernah kubuat di novelku (pernah buat waktu SMA).

Hanya saja, tokoh yang kubuat itu annisa (wanita). Sama, awalnya ia mempertanyakan mengapa nasibnya seburuk itu padahal ia tak melakukan dosa yang sama beratnya dengan orang-orang yang senasib (kena aids karena zina dan obat2n), tapi siapa yang harus jadi kambing hitam?

Nah, ending dari novelku beda dengan novelnya Pak Habib soalnya punyaku tokoh ini benar-benar mati dan jadi kenangan di kisah tokoh berikutnya. Bagiku menciptakan karakter ini dengan pena cukup sulit karena saat memposisikan diri menjadi dia, perasaan “naik turun” itu ternyata melelahkan, terlebih untuk diluruskan (baca: bisa merelakan).

Satu kalimat yang menjadi catatan ci dalam novel itu ( ada yang mau baca? mumpung belum diterbitkan :D ): “Sebaik2 penasihat yang pandai bicara adalah Al-Quran dan sebaik2 penasihat yang diam adalah kematian…”

Apa yang telah qta persiapkan untuk “esok”? Cinta yang pernah qta utarakan dengan syahadat pun butuh pembuktian!


Tanggapan

  1. mau baca…

  2. Wow tampak sangat meresapi,.

  3. @restya
    bole2… tapi novelku yang ini mellow abis, hehe

    @dwinanto
    ngga segitunya juga c… :D bahasa di atas mungkin agak lebay

  4. Yup 3x,boleh…boleh,aq penasaran mo baca neh,bwt…gratiiiiis tho he 2009x

    • gratees kok, hehe tapi masi malu (kan saya pemalu, haha)

  5. mmmhh…….setuju dengan kalimat yg jd catatan novel anda

    • ga usah resmi2 pake “anda”… jadi berasa gimana gitu…

  6. kapan terbit, teh?

    • kapan-kapan, hehe
      doain aja deh


Beri tanggapan

Your response:

Kategori