Judul artikel ini sama dengan judul soundtrack film terbarunya Pa Habiburrahman yang diangkat dari novel “Ketika Cinta Bertasbih” setelah “Ayat-ayat Cinta” yang dinyanyikan EdCoustic in cukup membuat suasana hati jadi mellow.
satu bait di bagian Reff: “Kata-kata cinta terucap indah mengalir berdzikr di kidung do’aku… Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku…”
Bagi oci pribadi, tokoh yang muncul di skenario yang paling berkesan adalah yang ini (lebih daripada tokoh yang paling utama). Konflik batin setelah mengetahui bahwa dia terkena AIDS itu soalnya lumayan persis dengan tokoh utama yang pernah kubuat di novelku (pernah buat waktu SMA).
Hanya saja, tokoh yang kubuat itu annisa (wanita). Sama, awalnya ia mempertanyakan mengapa nasibnya seburuk itu padahal ia tak melakukan dosa yang sama beratnya dengan orang-orang yang senasib (kena aids karena zina dan obat2n), tapi siapa yang harus jadi kambing hitam?
Nah, ending dari novelku beda dengan novelnya Pak Habib soalnya punyaku tokoh ini benar-benar mati dan jadi kenangan di kisah tokoh berikutnya. Bagiku menciptakan karakter ini dengan pena cukup sulit karena saat memposisikan diri menjadi dia, perasaan “naik turun” itu ternyata melelahkan, terlebih untuk diluruskan (baca: bisa merelakan).
Satu kalimat yang menjadi catatan ci dalam novel itu ( ada yang mau baca? mumpung belum diterbitkan
): “Sebaik2 penasihat yang pandai bicara adalah Al-Quran dan sebaik2 penasihat yang diam adalah kematian…”
Apa yang telah qta persiapkan untuk “esok”? Cinta yang pernah qta utarakan dengan syahadat pun butuh pembuktian!
mau baca…
Oleh: restya on Februari 16, 2009
at 8:16 am
Wow tampak sangat meresapi,.
Oleh: dwinanto on Februari 16, 2009
at 4:26 pm
@restya
bole2… tapi novelku yang ini mellow abis, hehe
@dwinanto
bahasa di atas mungkin agak lebay
ngga segitunya juga c…
Oleh: chie135 on Februari 18, 2009
at 12:16 pm
Yup 3x,boleh…boleh,aq penasaran mo baca neh,bwt…gratiiiiis tho he 2009x
Oleh: yieni on Maret 12, 2009
at 9:54 am
gratees kok, hehe tapi masi malu (kan saya pemalu, haha)
Oleh: chie135 on Maret 15, 2009
at 1:19 pm
mmmhh…….setuju dengan kalimat yg jd catatan novel anda
Oleh: fanny on Maret 16, 2009
at 1:10 pm
ga usah resmi2 pake “anda”… jadi berasa gimana gitu…
Oleh: chie135 on Maret 19, 2009
at 4:26 am
kapan terbit, teh?
Oleh: reZa pH on Juni 9, 2009
at 11:08 pm
kapan-kapan, hehe
doain aja deh
Oleh: chie135 on Juni 12, 2009
at 4:39 pm