Nestapa di Tahun Baru
Topic awal tahun masih tentang duka di Gaza, tentang geliat nurani yang tak henti membuat air mata mengalir. Tahun ini bagi oci pun sama, seperti biasa evaluasi target hapalan AQ dan standard lainnya juga plan untuk setahun ke depan. Maka, sebagai tambahan, kutambahkan dua resolusi plus2 yang wajib dijalankan tahun ini:
- Mendoakan saudara2ku di belahan bumi Allah yang lain (bukan hanya Gaza, melainkan juga Afghanistan, Bosnia, Checnya, Iraq, Iran, dll) agar diberikan antara dua: hidup mulia (merdeka, tidak dijajah, hanya menjadi ‘abdi Allah) atau mati syahid (menjadi saksi dengan kedua syahadatnya).
- Menghindari produk2 yahudi sebisa mungkin
Akhir tahun kemarin qta lewati di masjid. Meski oci merasa kurang optimal beri’tikaf (maklum, berhalangan), tapi ada sense yang tentu saja berbeda. Qta yang datang menghadap tahun baru di masjid berharap menjadi orang yang dicatat sebagai golongan yang beruntung dunia akhirat. Ya, setidaknya karena telah memilih I’tikaf daripada ber-GJ ria, bahkan paginya kudengar dari ibu penjual gorengan di Ciheulang ada yang mati saat mabuk2an di tahun baru. Su’ul khatimah? Na’udzubillah…
Memang tahun ini terasa berbeda. Ada luka yang lebih dalam terasa di dada. Kenapa? Kenapa bantuan kami diblokade? Kenapa presiden Mesir Hosni Mubarrak tidak mengizinkan pemberian bantuan ke Gaza melalui Rafah.
Kukutip saja, bahannya…
| KAIRO (Arrahmah.com) - Presiden Mesir Hosni Mubarak, Selasa (30/12) menegaskan tidak akan membuka perbatasan Mesir di Rafah untuk memberikan jalan bagi warga Palestina. Tindakan itu membuat Mubarak dikritik sedang bermain politik ketika warga Palestina menderita.Namun Mubarak beralasan, perbatasan Rafah hanya akan dibuka jika kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza sejak Juni lalu, menggelar rekonsiliasi dengan kelompok Presiden Palestina Mahmud Abbas, dukungan barat.
Rafah, lanjut Mubarak, akan kembali dibuka jika pihak Hamas menghormati perdamaian yang disepakati Abbas dan Israel pada 2005 silam. Saat itu Israel bersedia menarik pasukan dan pemukim Yahudi dari Jalur Gaza. “Kami tidak ingin mengekalkan kerenggangan (antara Hamas dan kelompok Mahmud Abbas), dengan membuka Rafah tanpa kehadiran otoritas Palestina dan pengamat perdamaian dari Uni Eropa,” tandas Mubarak. Selain itu, Mubarak meminta pihak Palestina untuk mengupayakan gencatan senjata lagi, setelah berakhir pada 19 Desember lalu. “Tanpa itu, berarti membuka kesempatan bagi Israel untuk menyerang Gaza,” kata Mubarak. Mubarak mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni, dua hari sebelum penyerangan ke Jalur Gaza. Karena itu, kecaman pun mengalir dari kelompok Islam, akibat penolakan pembukaan perbatasan di Rafah itu. Namun, Mubarak dengan tegas menyatakan menolak serangan Israel itu. “Kami menolak serangan Israel itu dan meminta untuk dihentikan. Kami juga katakan kepada saudara-saudaraku di Palestina untuk menjalin persatuan. Kami telah beberapa kali peringatkan kepada Anda, setiap penolakan memperbaharui gencatan senjata akan mendorong Israel untuk menyerang Gaza,” jelas Mubarak dalam pidato di televisi Mesir. (Hanin MAzaya/MI) |
Bukan masalah Hamas atau pemilu, menurutku, tapi bantuan adalah masalah kemanusiaan. INI GA ADIL! Ada dua masalah yang berbeda antara perseteruan Hamas dan Fatah yang di-backing Israel (huh, seharusnya nama mereka tetap Yahudi bin Zionis; bukan Israel). Di sana sarana2nya sangat buruk dan saudara2 qta ditahan padahal mereka harus melewati perbatasan. APAKAH MATA DUNIA BUTA? Sejak 27 Desember 2008 sudah berapa banyak terror yang dilakukan teroris yang sebenarnya? Sudah 400 lebih yang meninggal karena diserang. Dan, Pak Hosni SANGAT TIDAK CERDAS dengan melakukan blockade bantuan. Menyakitkan!
Dan pagi itu, saat Ustadz Suhe menyampaikan bahwa biarkan saudara2 mereka yang di sama tempat, semenanjung Arab tetap diam. Namun, qta yang ada di Indonesia tak akan diam, mau ia dari golongan manapun, bahkan bukan sesama muslim pun. Semua golongan cerdas (terus mencari tahu) dan masih sehat nuraninya akan membela saudara2 qta di sana. Desak pemerintah untuk bekerja sama dengan Negara lain untuk mendesak dunia internasional membela hak kemanusiaan mereka, saudara2 qta.
Sedangkan media yang menceritakan kebenaran sangatlah sedikit. Banyak di antaranya yang justru merangkaikan kata dengan cantiknya bahwa Hamaslah yang menjadi pelaku utamanya sehingga Yahudi tetap menyerang. Tidak, demi Allah, Yahudi itu sangat keras permusuhannya kepada orang2 mukmin seperti termaktub dalam AQ:
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” (QS. Al-Maidah:82)
Sudah banyak fakta sejarah yang membuktikan bahwa merekalah yang berkhianat. Dan untuk kasus ini pun sama. Sudah berapa persenkah dari tanah perjanjian orang mukmin yang mereka keruk di luar hak mereka (dari vcd Harun Yahya)? Pengkhianatan di zaman Rasulullah pun telah ada, bagaimana pada akhirnya Perang Khadaq terjadi.
ya ampun, kupikir ini udah kuposting… lama banget buat nyadar klo ada yang kurang kayanya dari artikel2 akhir tahun, tapi apa?
MENAKJUBKAN! saat korban yang meninggal di Gaza berjumlah 1350, bayi yang lahir di sana (subhanallah) berjumlah sekitar 3150. banyak yang lahir kembar ternyata (tvone)
BTW, malu juga kalah ma hafizh-hafizhah kecil yang sudah hapal AQ 30 juz dan menjemput syahidnya segera… padahal negeri ini aman, tapi hapalan AQku masih 2 juz, huhuhu…
Oleh: chie135 on Februari 9, 2009
at 4:40 am
Sumbernya dari mana saja ini, sungguh luar biasa,.
Oleh: dwinanto on Februari 9, 2009
at 4:43 pm
chie, PHP dikembangkan oleh Zend, perusahaan berbasis di Israel
progin memakai PHP, jadi?
Oleh: nass on Februari 9, 2009
at 4:59 pm
@dwinanto
sebagian dicantumin, k: arrahmah, tvone, harun yahya…
sebenarnya ci terima update-an kabar ini dari saudara yang peduli juga di myQuran
@nass
ayo bikin tandingan php, nas!
iya, mirisnya emang itu… katanya klopun qta dikasi 50 tahun untuk mengejar teknologi mereka (bom mereka yang diduga fosfor putih [siapa tahu emang bukan dan malah lebih parah dari bom itu] juga katanya mengejutkan ilmuwan2 dan dokter2 di sana), qta masi belom bisa menyusulnya. tapi itu katanya dan ci yakin inas salah seorang yang bisa ngejar
hm, siapa tahu suatu saat yang terjadi adalah perang virtual dan programming…
–
yahudi juga katanya ada yang masuk Islam (alhamdulillah nuraninya masih tergerak), tapi sebagian besar dari mereka senang melihat bom yang diledakkan ke gaza seperti menonton kembang api di tahun baru… >> dari puisi transletan di internet
Oleh: chie135 on Februari 13, 2009
at 3:07 am