Oleh: chie135 | Oktober 12, 2008

LUAR BIASA!

Before, ci mohon maaf kalau artikel yang satu ini terasa meloncat-loncat. Maklum, lagi semangat2nya. Plus, sengaja, biar terkesan more serius, ci ganti kata ganti “ci” dengan “aku”. Kalau ada persamaan nama, maka ini adalah kesengajaan dan memang di kehidupan nyata terjadi apa adanya.

BTW, ci suka dengan semangat yang ditahan untuk dikeluarkan sedikit2… daripada semangat yang meledak lalu lenyap seketika. Mudah2an kita bisa masuk yang ci sukai, hehe… kalian juga lebih suka hal yang sama, kan? Jadi maksa opini gini… Sok atuh, mangga tadarus… IQRA!
===================

Suatu hari setelah rapat BKM, mas’ul kami, Tony Teknik Mesin ITB 2005, memberikan sebuah artikel tentang pembuatan terowongan bawah tanah yang dilakukan oleh Amerika Serikat sampai negara musuh Perang Dunia-nya Uni Soviet. Meskipun sempat terjadi pertentangan di badan intelegent rahasia itu, akhirnya untuk mendapatkan kemenangan, tim itu bergerak juga.

Kesungguhan mereka patut diacungi dua jempol. LUAR BIASA! Terowongan yang panjangnya beratus kilo meter itu benar-benar nyata dan mencuri cukup banyak informasi pihak lawan. Memang akhirnya diketahui juga oleh Uni Soviet, tetapi proyek itu bagaimanapun pernah berhasil dibuat.

Beranjak ingatanku ke negeri yang sering kuimpikan menjadi tempat kuliahku suatu saat: Jepang. Mereka pun LUAR BIASA! Sinkansen yang sampai saat ini sering aku ingin mencobanya, bukankah karya itu pun sangat dahsyat?

Otak apakah yang bisa membuat karya sedemikian? Apa bedanya dengan otakku, otak teman2ku, otak orang Indonesia? Tidak ada! Susunan proteinnya sama kok, ukuran pun tidak berpengaruh. Nol Besar dengan konsep Darwin tentang volume otak lebih besar artinya lebih cerdas!

Attitude, itulah alasannya, kata seorang trainer. Namun, aku sendiri ingin menambahkan setelah terinspirasi film Laskar Pelangi. Apa coba? Yang diucapkan berulang-ulang oleh salah satu kepala sekolah terbaik negeri ini: “Tak pernah menyerah dengan cita-cita! Keinginan memberi sebanyak-banyaknya; bukan mendapat sebanyak-banyak…”

Masalahnya, kita /*qta? lo aja kali, ci; gua ngga…*/ sering terjebak pada kepesimisan. Merasa tidak mampu, merasa tidak mungkin, merasa lemah sampai akhirnya merasa lelah sendiri… padahal kemampuan yang Allah berikan kepada seorang manusia adalah LUAR BIASA! Bukankah yang membuat karya-karya fundamental (mendasar) dan monumental (bersejarah) itu adalah manusia? Kenapa tidak optimis saja?
/*diiringi lagu optimis sajalah-nya ed-coustic*/

Satu lagi, aku tidak menyebut mereka secara pribadi seperti contoh-contoh lain, tanya alasannya? Karena aku sendiri akhir-akhir ini merasa saat bersama-sama dengan teman (hidup bersosial) ternyata membuat hidupku lebih hidup. Saat sebatang lidi membutuhkan energi super besar untuk memindahkan sebuah daun kering dan mungkin patah, ternyata seikat lidi membutuhkan energi lebih sedikit untuk memindahkan banyak daun kering…

Jadi, menurutku, yang membedakan orang yang menuliskan tinta sejarahnya sendiri (sebut saja: orang besar) dengan orang yang tidak berarti apa-apa (orang kerdil) adalah:
Orang besar memiliki cita-cita yang sangat tinggi dan jangka panjang
Orang kerdil memiliki cita-cita yang sempit dan jangka pendek

Orang besar selalu optimis sehingga ia mencari-cari alasan untuk bergerak /*di belakang perjuangan seorang mukmin untuk din, ada kekuatan yang Maha Besar: Allah… percayalah!*/
Orang kerdil selalu pesimis sehingga ia mencari-cari alasan untuk tidak bergerak

Orang besar hidup untuk orang banyak sehingga ia dikenal dan dicintai
Orang kerdil hidup hanya untuk dirinya sendiri sehingga ia tidak banyak dikenal, terlebih dicintai

Pernah aku mendapat artikel dari korwat BKM-ku, Dewantika Teknik Elektro 2005, tentang konsep hidup yang salah: “take and give” padahal hidup akan jauh lebih menyenangkan jika berkonsep: “give and receive”. Sebagai seorang mukmin apalagi, seharusnya kita meyakini hal ini. Saat kita memberi, kita tak perlu khawatir karena balasan di sisi Allah adalah yang terbaik.

Terserah apakah Dia akan membalasnya saat ini juga (di dunia) atau suatu saat kelak (di akhirat) atau bahkan kedua-duanya. Karena bagaimanapun saat kita menanam kebaikan, yang akan kita tuai adalah kebaikan. Minimal (dan lebih dari cukup) yang akan didapat adalah kebahagiaan yang hakiki: kedamaian dalam hati. “Asalkan Allah ridha… Asalkan Allah tidak murka…” /*ingatkah ucapan siapa ini? Allahumma shalli ‘alaa Muhammad*/

Kembali lagi ke orang besar. Orang besar pasti terkenal, mukmin seharusnya memiliki keyakinan ini. Tidak percaya? Aku pernah dengar kisah ini dari seniorku, Anis Teknik Informatika 2005, ada seorang sahabat Rasulullah /*maaf, lupa namanya*/ yang sabda Rasulullah namanya sering disebut-sebut di majelis Allah, yakni majelisnya para malaikat. Sekalipun para sahabat yang lain tidak begitu mengenalnya (tidak terkenal di bumi), ia terkenal di langit. Bukankah dia LUAR BIASA?

/*Mulai turun nih semangat ci. Keep be a fighter, Friends!*/
Nah, kita kan masih kecil nih /*halah, ci usiamu udah kepala dua… udah banyak yang berkarya di usia belasan, gitu*/… ayo kita berkarya! Mumpung masih mahasiswa, yang katanya masih banyak ditoleransi jika berbuat kesalahan… kita nakal-nakal aja yuk! Nakalnya yang positiflah, ya… karena sekeping kepedulian yang terpendam /*huhu, bahasanya*/ bukan sekedar untuk diri sendiri, tapi untuk orang-orang yang kita cintai, insya Allah.

Minimal perangi dirimu sendiri… karena sabda Rasulullah sendiri setelah jihad qital (perang), jihad yang paling berat dan terjadi setiap saat adalah memerangi hawa nafsu sendiri. Nafs (baca: jiwa) kita yang lemah dan sering dibisiki kekhawatiran, ketakutan, keraguan, dan perasaan serba keterbatasan oleh musuh bebuyutan kita: syaithan harus kita kekang. Menjadi LUAR BIASA di matamu sendiri, Fren, dari sekarang juga… why not? Let’s say: AKU BISA!


kalimat2 motivasi ini turun dari hati untuk diri sendiri dan teman2ku yang kucintai

saatnya kita optimis! keluarlah dari krisis pesimis…


Tanggapan

  1. Kita tidak akan mampu merubah dunia atau siapa pun jika kita tidak mampu merubah diri sendiri,.
    Ada benarnya dengan ungkapan seorang ustadz, “Mulailah dari diri sendiri, Mulailah dengan yang kecil dan Mulailah sekarang…”,. :D

  2. hmm,,nice =D

  3. Pasti bisa jadi luar biasa dgn semangat dan kerja d luar kebiasaan org2 pada umumnya^_^, bukannya orang2 besar selalu berbeda maka bedakan diri dlm visi dan aksi bagi akhirat dan dunia kita.TETAP SEMANGAT DAN SALAM KENAL^_^

    • teh mia, ga usah salam kenal atuh…
      pan qta udah kenalan, hehe

      iya, teh, semangat yow!


Beri tanggapan

Your response:

Kategori