Oleh: chie135 | September 30, 2008

Tentang Maap2an

Tergelitik dengan status Teh Ika EL05 yang bilang, “maap2an tuh pas mau Lebaran atau pas mau Ramadhan?”

Sebenarnya jawaban murninya: ga di keduanya. Jadi? Ya, lebih tepatnya minta maap itu segera setelah berbuat kesalahan. Huhu, tapi…

Kalau melihat dari sumber aslinya, tidak ada perintah untuk meminta maaf saat momen-momen tertentu. Justru qta akan kaget menyadari bahwa perintah yang banyak tersurat dalam kitab suci Al-Quran adalah memaafkan kesalahan orang lain.

Secara fitrah, saat orang berbuat kesalahan, ia akan merasa menyesal. Dan secara fitrah ia akan meminta maaf kepada orang yang bersangkutan. Alhamdulillah jika fitrah itu masih ada, tapi bisa jadi qta ga peka and ga care bahkan kalau qta udah salah. Nah, mangkanya, banyak yang manfaatin tuh momen2 tertentu.

Bedanya dengan memaafkan, ternyata secara fitrah, berbeda2 cara orang memaafkan atau justru ia sulit memaafkan <lha, udah kembali pake ‘f’ bukan ‘p’… sejak kapan?>

Nah, itu mah urusan mizan ntar karena urusan di antara hambaNya memiliki mizan yang berbeda. Jangan sampe qta jadi orang yang Rasulullah sebut sebagai yang paling fakir karena banyak menzhalimi orang lain. Jadi, sekalipun Allah mengampuni dosa qta sampai seperti bayi yang baru lahir (amin) pasca Ramadhan ini, kalau belum dimaapin ma orang2 yang qta sakiti, tetep aja merugi.


Rabb, jika suatu saat aku berbuat kesalahan kepada hambaMu yang lain, maka buatlah mereka memaafkanku… jika tidak, maka berikanlah mereka kelapangan dada untuk memaafkanku… jika tidak, maka berikanlah mereka pahala yang lebih berat dari rasa sakit mereka tanpa mengurangi apa yang kupunya di hadapan mizanMu, amin.

maapin chie ya, Temans!


Tanggapan

  1. Sunda pisan.. maap-maapan :D

  2. kumaha atuh? mudiknya ge ka lembur sunda keneh (cianjur)…
    semakin sunda aja


Beri tanggapan

Your response:

Kategori