Oleh: chie135 | September 22, 2008

Langkahku Takkan Berhenti Sekalipun Bukan di Sini

telah kuterima kabar itu dan pada malam2 ramadhan aku telah menangis sepanjang pekan meski tak banyak yang tahu warna air matanya yang sendu… sakit? bukan hanya itu, luka telah meradang dan hampir infeksi. namun, tamparan itulah yang membuatku belajar makna keikhlasan sebenarnya…

aku berusaha untuk jujur; semua harap, cemas, takut, berhimpun jadi satu… ada harap-cinta di sini dan cemas-takut di sana… salahkah jika air mata keluar? tapi aku tetap bertanya2, sebenarnya sakit ini karena apa?

beberapa hari yang lalu aku temukan jawabannya. bukan hanya karena rasa campur aduk itu, tapi aku merasa diperlakukan seperti sebuah robot yang tak punya hati; tak ada hak memilih; tiba2… kabar itu datang menghempaskan semua tanpa memberi kesempatan untukku tabayun.semuanya bicara, semuanya menentukan berbagai keputusan terkait aku, tanpa bertanya kepadaku.

namun, sekarang ini, aku tak peduli lagi. dimanapun aku, aku takkan berhenti! bukankah dulu aku pernah menggaungkan istiqamah kepada saudara2ku? kemana lagikah jiwa optimisme itu? mengapa harus bergelut dengan perasaan ketidakmampuan yang belum pasti dan berkelit dari tantangan?

justru jika aku berpikir Allah yang telah memilihkan keputusan itu untukku, aku merasa sangat terharu… merasa mendapat suatu penghormatan… jika memang ada yang boleh menjadikan robot, maka itu hanya Allah. Karena Dia adalah Rabbku dan lebih tahu yang terbaik bagiku!

bukan lagi masalah tsiqah, tetapi iman. Rabbi, aku ridha dengan semua perlakuan dan keputusanMu untukku…

hanya bicara hati yang terbahasakan dengan tulisan yang penuh keterbatasan; apakah mereka bisa membacanya?


Tanggapan

  1. aLLah tidak akan memberikan ujian kepada umat-Nya melebihi kemampuannya,. :D

  2. Assalamu’alaikum wr.wb.

    teh Oci kah ini?

  3. @dwinanto
    :D nyindir nih. emang ikut tahu? kayanya tahu…

    @rachavidya
    iya, ini teh Oci, rachmad… gimana proyek2mu itu? udah jalan semua? udah fokus? ayo tentukan proritas… jangan lupa follow upi syi’ar dengan pembinaan! koordinasi dengan panitia PI, ya!

  4. Cie…kenapa? Kok kayaknya sedang mengalami sesuatu yang berat…

  5. emang berat, res: ujian ketsiqahan & keimanan (lengkapnya keikhlasan), kaya siti nurbaya pas dijodohin padahal udah punya org yg disuka. lebai juga nih, hehe, lupakan!

    tapi abis baca lagi, kok ci jadi malu, ya? kayanya bahasa yang ci pake terlalu dilematis, huhuhu. mau diedit, udah banyak yang baca. apa didelete aja? biar kupertimbangkan dulu

    udah gpp ko. lagi mellow aja itu mah. sekarang mah fit bgt! thanks ya dah khawatir… :)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori